2 Mahasiswa Mucikari Prostitusi Online Foto Model Anggita Sari, Diganjar 9 Bulan Penjara

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Kedua mucikari prostitusi online yang menjual foto model Anggita Sari mendengarkan putusan di PN Surabaya. (foto : anm)

Teks Foto : Kedua mucikari prostitusi online yang menjual foto model Anggita Sari mendengarkan putusan di PN Surabaya. (foto : anm)

SURABAYA(MediaNusantaraSatu.com)
Ketua Majelis Hakim, Tugiyanto SH menggedok palunya mengganjar 9 bulan penjara kepada dua mucikari alias germo artis Anggita Sari saat siding agenda putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/1/2016). Kedua germo yang masih berstatus mahasiswa dan mahasiswi ini adalah Allen Saputra (23), warga Seturan Jogjakarta dan Alviana Tiar Sisilia (25), warga Purwokerto tinggal di Seturan Jogjakarta.

Majelis hakim memberi keringanan 3 bulan penjara. Karena vonisnya lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Timothy SH. JPU dari Kejari Surabaya itu menuntut 1 Tahun penjara. Entah apa alasan Majelis Hakim yang mengadili kedua terdakwa yang berbisnis prostitusi online para artis.

Apakah karena pertimbangannya karena mereka masih berstatus mahasiswa dan mahasiswi semester 6 di salah satu perguruan tinggi swasta di Jogjakarta. Sehingga keduanya nanti bisa bertaubat dan bisa meneruskan kuliahnya. Atau menggunakan “pertimbangan yang lain?”.

“Kamu harus melanjutkan kuliah lagi ya. Dan jangan kamu ulangi lagi perbuatanmu yang salah itu ya,” petuah Ketua Majelis Hakim mengakhiri sidang.
Dinasehati oleh hakim demikian, otomatis kedua terdakwa Alviana dan Allen pun mengiyakan dengan bahasa isyarat menganggukan kepala. Alviana lantas berdiri dari kursi pesakitan dan menyalami hakim Tugiyanto. “Kamu ingat ya, jangan mengulangi lagi,” kata Tugiyanto lagi.
Sementara itu, meski hakim memutus ringan dari tuntutan JPU. Pihak JPU Indra Timothy tak ada semangat untuk melakukan banding. Dia hanya menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim.
Sekedar diketahui, sidang yang menghadirkan artis Anggita Sari, beberapa waktu lalu sempat menyedot perhatian pengunjung di PN Surabaya. Dalam sidang itu, Anggita mengakui terlibat prostitusi online dan dibayar Rp 7 juta. Namun uang Rp 7 juta itu diakui Anggita sebagai uang panjar dan foto model dewasa ini saat di dalam kamar hotel nego sendiri Rp 20 juta.
Mulai awal sidang hingga vonis, kedua terdakwa tidak didampingi pengacara. Keduanya dijerat pasal  berlapis. Terdakwa melanggar Pasal 296 KUHP Juncto 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan 506 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHP.
Jaringan prostitusi online yang dikendalikan kedua terdakwa tersebar di seluruh kota besar di Indonesia. Mereka merekrut para wanita dengan menggunakan sarana blackberry messanger (BBM) dengan nama group Princesse Management. Salah satunya adalah artis Anggita Sari.
Untuk membooking Anggita Sari, terdakwa memasang tarif Rp 7,5 juta sekali pakai. Ketika kasus ini terungkap, Anggita Sari mendapat order dari terdakwa untuk melayani seseorang  di Hotel Sahid.

Sekali berhasil menjual Anggita Sari, terdakwa mendapat fee Rp 1,5 juta. Mucikari online yang melibatkan artis ini diungkap anggota Polrestabes Surabaya awal September 2005. Awalnya petugas menggerebek transaksi esek-esek di sebuah hotel di Surabaya Utara. Tiga PSK berprofesi sebagai model diamankan.
Setelah dikembangkan akhirnya polisi menggerebek sebuah kamar di Hotel Sahid Jalan Raya Gubeng. Di hotel itulah Anggita diamankan usai melayani lelaki hidung belang. Setelah Anggita Sari ditangkap, petugas menangkap Allen dan Alviana. (anm)