Komisi D Beri Apresiasi PPDB Sidoarjo

Tidak ada komentar 58 views

 

SIDOARJO – MNS.COM

Komisi D DPRD Sidoarjo beri apresiasi baik terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2018 ini yang dilakukan secara online oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo. Pasalnya, PPDB tingkat SD ke SMPN tahun ini peserta didik yang salah pilih tujuan sekolah. Masih diberi kesempatan satu kali untuk memilih tujuan sekolah sesuai dengan kemampuan NA (Nilai Akhir).

H. Usman Ketua Komisi D

Sehingga keluhan atau kekecewaan masyarakat sedikit sekali dalam pelaksanaan PPDB online yang dilaksakan oleh Dikbud Sidoarjo. Untuk itu, sistem PPDB tahun ini bisa diteruskan untuk pelaksanaan PPDB tahun depan. Namun ada beberapa catatan atau kekurangan PPDB itu yang harus dibenahi.

Pendapat itu disampaikan oleh Ketua Komisi D, H Usman, Senin (16/7/2018). “Pelaksanaan PPDB SD ke SMPN secara online tahun ini memang sudah baik. Peserta didik masih diberi kesempatan satu kali memilih tujuan sekolah, sehingga keluhan atau kekecewaan salah pilih tujuan sekolah sangat tipis,”ungkap H Usman kepada wartawan media ini.

Namun ada beberapa keluhan lain setelah peserta didik sudah diterima di SMPN. Keluhan itu menyangkut pembayaran daftar ulang yang dinilai memberatkan orangtua wali murid. Jumlah daftar ulang untuk biaya kain seragam totalnya sebesar Rp 1,4 juta. Kain seragam sekolah tersebut sebanyak 4 stel. Terdiri dari kaos olahraga, kain biru putih, batik Sidoarjo, batik UKS dan kain seragam pramuka.

Keluhan orangtua wali murid bertambah ketika akan menjahit 4 stel kain seragam. Dahulu, seragam sekolah hanya 3 stel dan sekarang menjadi stel. Yang memberatkan bagi orangtua wali murid yang tak mampu adalah mengenai biaya ongkos menjahit. Kalau satu stel harganya Rp 150 ribu, maka biaya ongkos menjahit sebesar Rp 600 ribu. Bahkan ada biaya ongkos jahit satu stelnya seharga Rp 200 ribu, maka bila 4 stel sebesar Rp 800 ribu.

Fenomena inilah yang terjadi dimasyarakat. Lantas bagaimana menurut pendapat Ketua Komisi D, komisi yang membiding dunia pendidikan ini? Menurut H Usman, sebenarnya mengenai seragam sekolah, peserta didik tidak diwajibkan untuk membeli seragam disekolah. Peserta didik atau orangtua/wali murid bisa membeli diluar sekolah.

“Asalkan bisa seragamnya serupa dengan yang ditetapkan oleh sekolah,”kata H Usman.

 

H Mahmud Untung, SE

Lantas bagaimana dengan pendapat anggota Komisi D yang lain. Menurut H Mahmud Untung, SE, untuk pelaksanaan PPDB Tahun 2018 ini secara umum sudah bisa berjalan dengan baik. Tapi menurutnya ia masih perlu ada kekurangan yang harus dibenahi.

Yakni, sistem zonasi nya masih belum dilaksanakan secara penuh. Mengingat dalam ketentuannya, harus menerima 90 persen siswa baru dari calon siswa yang mendaftar. Persoalan lain, syarat dan ketentuan jalur mitra warga kurang sosialisasi. Sedangkan kuota penerimaan untuk siswa miskin dan disabilitas perlu ada perhatian.

Untuk keluhan beratnya daftar ulang dan seragam, bagaimana pendapatnya? Menurut H Mahmud, adanya persyaratan yang masih mengikat kepada siswa untuk membayar daftar ulang (untuk beli kain seragam). “Seharusnya siswa diberikan kebebasan dan keringanan khusus bagi siswa yang tidak mampu,”ungkap Mahmud.

Baru-baru ini ada peserta berkebutuhan khusus cacat fisik diterima di salah satu SMPN di Wonoayu. Namun oleh pihak sekolah ditolak, peserta didik tersebut diarahkan untuk mendaftar ke SMPN Krian 2. Karena fasilitas dan guru disana sudah ada. Mahmud mengatakan hal itu lah kekurangan dinas atau pihak sekolah.

“Kedepan harus ada ketentuan yang jelas. Dan perlu sosialisasi terhadap sekolah-sekolah mana yang harus dan bisa menerima anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Mengingat dilapangan memang banyak sekolah yang belum mempunyai tenaga pendidik dan sarana serta prasarananya,”ujar mantan Ketua Komisi D dari F-PAN ini. (dar/adv/humas-dprd-sidoarjo)

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Komisi D Beri Apresiasi PPDB Sidoarjo"