27 Tersangka Pembunuh Salim Kancil Dilimpahkan ke Kejari Surabaya

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Tersangka pembunuh Salim Kancil saat digiring menuju mobil untuk diserahkan ke Kejari Surabaya oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. (foto : anm)

Teks Foto : Tersangka pembunuh Salim Kancil saat digiring menuju mobil untuk diserahkan ke Kejari Surabaya oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. (foto : anm)

Teks Foto : Tersangka pembunuh Salim Kancil saat digiring menuju mobil untuk diserahkan ke Kejari Surabaya oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. (foto : anm)

Teks Foto : Tersangka pembunuh Salim Kancil saat digiring menuju mobil untuk diserahkan ke Kejari Surabaya oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. (foto : anm)

SURABAYA (MediaNusantaraSatu.com)
Sebanyak 27 tersangka pembunuh aktivis penolak tambang pasir Lumajang, Salim Kancil menjalani pelimpahan tahap II di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis (21/1/2016).
Selain tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti kasus pembunuhan tersebut juga dilimpahkan ke Kejari Surabaya. Para tersangka berangkat  dari Polda Jatim pukul 10.30 WIB dan tiba di Kantor Kejari Surabaya sekitar pukul 12.32 WIB.
Mereka mengenakan seragam tahanan warna orange lalu digelandang menuju gedung tahanan dan barang bukti dengan pengawalan ketat oleh polisi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian memeriksa masing-masing identitas dan berkas perkara para tersangka.
Dalam pelimpahan tahap II, Kepala Kejari Lumajang juga turut hadir mendampingi para tersangka dalam pemeriksaan. Kepala Kejari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, menuturkan selain tersangka, penyidik Polda Jatim juga menyerahkan barang bukti berupa 4 unit mobil, batu, cangkul, alat strom, dan uang Rp 500 juta.

“Karena berkas perkara sudah dinyatakan P21 (sempurna), maka penyidik Polda Jatim melimpahkan tersangka dan barang bukti,” kata Didik Farkhan.
Ia menuturkan, berdasarkan keputusan Ketua Mahkamah Agung (MA), sidang bakal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Berdasarkan surat Ketua Mahkamah Agung, kondisi persidangan di Lumajang tidak memungkinkan dan sesuai pasal 85 KUHP, maka persidangan dilimpahkan ke PN Surabaya,” tuturnya.
Dari 27 tersangka akan dibagi menjadi 4 berkas perkara pembunuhan, 7 berkas perkara pengeroyokan, 4 berkas perkara pertambangan, dan 1 berkas perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Para tersangka nantinya akan disidangkan oleh jaksa gabungan dari Kejari Surabaya dan Kejari Lumajang.
Ke-27 tersangka yang menjalani pelimpahan tahap II di antaranya, Haryono, Madasir, Widiyanto, Harmoko, Edor Hadi Kusuma, Dodik Hartono, Hendrik Alfan, Sukit, Buriyanto, Farid Wardoyo, Timartin, Ngatimin, Gito, Eli Sandi Purnomo, Tejo Sampurno, Edi Santoso, Rudi Hartono, Muhamad Subardi, Slamet, Siari, Siaman, Eko Aji Sumardianto, Rudi Hariyanto, Muhamad Hamim Sahroni, Slamet Susiyo, Eriza Hardy Zakaria, Kusnul Rofiq.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, mengatakan sebenarnya  kasus tambang Lumajang terbagi menjadi 15 berkas. Namun baru delapan berkas yang dinyatakan sempurna oleh jaksa. Sementara sisanya masih tahap penelitian oleh jaksa. “Para tersangka sudah diserahkan ke Kejari Surabaya,” jelas Argo.
Seperti diketahui, peristiwa tambang berdarah di Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang, terjadi pada Sabtu, 26 September 2015. Saat itu, puluhan kelompok protambang ilegal mengeroyok Salim Kancil dan Tosan, karena kerap mengkritik aktivitas tambang ilegal yang dikelola Kepala Desa setempat saat itu, Hariyono.
Sebanyak 35 orang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Selanjutnya, 29 orang ditetapkan tersangka pengeroyokan/pembunuhan, enam orang ditetapkan tersangka dua kasus sekaligus (pengeroyokan/pembunuhan dan tambang ilegal), dan dua orang, selain pembunuhan dan tambang ilegal, juga tersangka pencucian uang. (anm/h darianto)