Dikelola Sendiri Gunakan Palang Parkir Dispenser, Bisa Mendongkrak Pendapatan RSUD

 Ekonomi Bisnis, Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

 

*Setiap Hari Menghasilkan Rp 5 Juta

Teks Foto : Sejak gedung RSUD menjadi mewah dan megah. Pengunjungnya membeludak, parkir mobil hingga overload. (foto : h darianto)

Teks Foto : Sejak gedung RSUD menjadi mewah dan megah. Pengunjungnya membeludak, parkir mobil hingga overload. (foto : h darianto)

SIDOARJO (MediaNusantaraSatu.com)

Sejak dikelola pihak RSUD Sidoarjo sendiri. Pendapatan parkir setiap hari mencapai Rp 5 juta. Pengelolaan parkir tidak lagi menggunakan pihak ketiga. Bahkan sejak turun Perbup (Peraturan Bupati) Sidoarjo, dengan sistem BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Parkir boleh dikelola sendiri.

Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo yang selama ini mengelola dengan menggunakan parkir berlangganan. Sudah menyerahkan pengelolaannya kepada managamen RSUD. “Karena sudah BLUD, rumah sakit harus menggali pendapatan sendiri. Tidak ada bantuan APBD Sidoarjo,”kata Wakil Direktur (Wadir) Umum dan Keuangan RSUD Sidoarjo, Dra. Noer Rochmawati, M.Si, AK dikonfirmasi diruang kerjanya, Sabtu (30/1/2016).

Selama parkir dikelola Dishub, pendapatan RSUD dari retribusi parkir nol. Saat ini pengelolaan ditangani sendiri oleh RSUD dengan model palang parkir tiket otomatis atau menggunakan palang dispenser.

“Alhamdulillah pendapatan RSUD Sidoarjo bertambah. Setiap hari, hasil pendapatan parkir mencapai Rp 5 juta,”tegas Wadir RSUD yang kerap disapa Bu Immah ini.

Petugas parkir digaji sangat layak. Selain gaji yang layak, para jukir dijamin kesehatannya dengan kartu BPJS beserta keluarganya. “Mereka lebih enjoy dan bersemangat bekerja. Namun goncangan peralihan dari tenaga manual (karcis ditarik petugas manusia) menuju palang parkir dispenser sangat hebat. Kami mendapat perlawanan, sampai beberapa kali mengganti dispenser dirusak oleh orang yang menginginkan pengelolaan parkir dengan manual,”jelas Bu Immah.

Beberapa pekan lalu, ada sekelompok orang yang katanya membantu mantan pengelola parkir RSUD. “Mereka menginginkan parkir dikelola manual lagi. Padahal, orang yang diperjuangkan tersebut sakit stroke. Dia tidak bisa bicara. Meski demikian mereka tetap kita layani, apa maunya. Karena mereka difasilitasi oleh aparat dari pada melakukan aksi demo,”timpal Kabag Umum RSUD, Drs. H. Bambang Suryono, SH, MM mendampingi Bu Immah. (h darianto)