DPRD Sidoarjo Perjuangkan Bangun RS Barat dengan APBD

 

SIDOARJO-MNS.COM

Tuntas sudah lembaga DPRD Sidoarjo perjuangkan bangun Rumah Sakit (RS) Barat dengan APBD. Senin (29/10/2018), melalui rapat paripurna Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2019 yang digelar di ruang pertemuan SCC (Sidoarjo Community Center) Jalan Lingkar Timur (JLT). Lembaga wakil rakyat Sidoarjo ini mengesahkan pembangunan RS Sidoarjo Barat memakai uang APBD sebesar Rp 125 miliar.

Disampaikan oleh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo, Mulyono, ia menyatakan bahwa keputusan DPRD mengesahkan membangun RS Sidoarjo Barat memakai dana APBD sebesar Rp 125 miliar. Hal itu karena sebuah keputusan bersama. Sidoarjo mampu membangun RS Sidoarjo Barat dengan APBD.

Lahan untuk RS Sidoarjo Barat sudah ditentukan diwilayah Kelurahan Tambak Kemeraan, Kecamatan Krian. Tepatnya, disebelah barat eks lahan PG Krian. “Luasnya sekitar 5 hektar. Total anggaran akan menelan biaya sebesar Rp 329 miliar. Untuk tahun pertama (Tahun 2019, red) sebesar Rp 125 miliar. Yang akan dikerjakan secara multiyears bersama alat kesehatannya,”jelas anggota Fraksi PKS ini, Selasa (30/10/2018).

Pada kesempatan yang sama, menurut pendapat dari anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PDIP, H Tarkit Erdianto, ia mempunyai pendapat yang sederhana. Anggota Komisi C dan Banggar ini menilai bahwa APBD Sidoarjo sangat mampu untuk membangun RS Sidoarjo Barat dari APBD.

 

Kalau membangun dengan pihak ketiga atau Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sama halnya, Sidoarjo akan menambah beban hutang selama 10 tahun. “Kalau dihitung pembangunan RS Sidoarjo Barat menghabiskan dana APBD Rp 360 miliar. Tapi kalau dipihak ketigakan selama 10 tahun sebesar Rp 2triliun. Kalau mampu dibiayai dengan APBD, mengapa kita harus menanggung hutang,”papar H Tarkit Erdianto.

Ketika disinggung soal lahan RS Sidoarjo? Ia mengatakan bahwa lahannya sudah ada. Bahkan untuk anggaran perluasan pembebasan lahan tahun ini sudah dialokasikan di Dinas Permukiman.

Mengenai lahan tersebut, anggota Banggar yang sekaligus anggota Komisi D, Bangun Winarso menjelaskan bahwa lokasi lahan di Kelurahan Tambak Kemeraan Kecamatan Krian. Lahan tersebut total seluas 5 hektar. Saat ini yang sudah dibebaskan seluas 1,3 hektar tanah aset Kelurahan Tambak Kemeraan yang dialokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar.

“Sisa pembebasan lahan dianggarkan sebesar Rp 31 miliar. Anggarannya dialokasikan di Dinas Permukiman,”terang Bangun Winarso.

Sebagai wakil rakyat di Sidoarjo Barat, anggota Fraksi PAN ini berharap, pembangunan RS Barat segera terealisasi. Karena untuk pelayanan bagi warga Sidoarjo Barat. Yang selama ini warga Sidoarjo terlalu jauh menjangkau RSUD Sidoarjo.

Demikian halnya juga disampaikan oleh anggota DPRD Sidoarjo yang duduk di Komisi D, H Mahmud. Ia menilai bahwa membangun RS Sidoarjo Barat dengan pembiayaan APBD karena efektifitas dan kemampuan anggaran. Bahwa kekuatan APBD Sidoarjo itu mampu untuk membangun RS Sidoarjo Barat.

“Sidoarjo itu mempunyai anggaran yang besar. Tinggal bagaimana kita mampu memanfaatkannya. Dan bagaimana kita melakukan pengelolaannya,”jelas H Mahmud.

Sebelumnya sempat terbesit bahwa setelah membangun RS Sidoarjo Barat dengan APBD, Sidoarjo tidak akan mampu untuk mengisi tenaga medis dan dokternya. “Namun informasi itu sempat simpang siur. Kami tegaskan, SDM kita pasti mampu untuk mengelola tenaga medis dan dokternya,”pungkas anggota Fraksi PAN kemarin. (adv/dar/humas-dprd-sidoarjo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *