Drama Kolosal KH Mukmin, Wabup Banting Dandim Sidoarjo

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan
 Foto : MNS.COM/Wawan CUPLIKAN - Salah satu cuplikan adegan perjualan Kiai Hasan Mukmin (KH Mukmin) yang berjuang melawan penjajah belanda dalam cuplikan adegan drama kolosal yang dimainkan Forkopimda di alun-alun Sidoarjo, Sabtu (29/05/2016)

Foto : MNS.COM/Wawan
CUPLIKAN – Salah satu cuplikan adegan perjualan Kiai Hasan Mukmin (KH Mukmin) yang berjuang melawan penjajah belanda dalam cuplikan adegan drama kolosal yang dimainkan Forkopimda di alun-alun Sidoarjo, Sabtu (29/05/2016)

.

SIDOARJO – MNS.COM, Ribuan warga Sidoarjo berkumpul di Alun-alun, Sabtu (28/05) malam. Mereka ingin menyaksikan Drama Kolosal Perjuangan Kiai Hasan Mukmin (KH Mukmin) dalam perjuangan melawan penjajah kolonial Belanda.
Drama kolosal dalam rangkat Hari Ulang Tahun (HUT) Nahdlotul Ulama (NU) ke 93 itu seluruhnya diperankan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo.
Dalam cerita perlawanan santri KH Mukmin melawn kolonial Belanda itu, adegan yang dianggap penonton paling menarik adalah saat pertempuran satu lawan satu antara Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin yang dengan mudah membanting Komandan Kodim 0816/Sidoarjo, Letkol (Inf) Andre Julian.
Adegan cuplikan perkelahian keduanya itu, sebenarnya merupakan bagian dari skenario drama kolosal berjudul Perjuangan KH Mukmin yang melibatkan jajaran Forkopimda. Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Saifuddin saat itu berperan sebagai Kozen, santri KH Mukmin yang berdasarkan skenarionya melawan Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol (Inf) Andre Julian yang berperan sebagai Komandan Pasukan Belanda.
Ketika pertempuran, keduanya sama-sama berada di garis depan. Keduanya, akhirnya bertemu dan bertempur satu lawan satu. Saat itu, secara mudah Wabup membanting Dandim. Meski tidak banyak teknik beladiri yang diperagakan keduanya, tetapi aksi membanting yang diperagkan Wabup menjadi salah satu adegan favorit ribuan penonton yang memenuhi alun-alun Sidoarjo.
“Kami paling suka adegan Pak Wabup membanting Dandim. Karena adegannya seru dan menarik. Kalau dalam kenyataannya belum tentu ada yang berani melakukan itu, tetapi dalam drama ini diperagakan secara apik,” terang Juniar, salah seorang penonton yang mengaku salut dengan penampilan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo lantaran bisa menghayati peran yang dimainkan masing-masing.
Di drama kolosal sebagai puncak acara dari rangkaian kegiatan dalam rangka Harlah NU ke-93. Selain Wabup dan Dandim 0816, jajaran Forkopimda lain juga ikut memainkan peran yang tidak kalah menarik. Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah berperan sebagai Bupati Tjondro Negoro, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H Sulamul Hadi Nurwaman berperan sebagai Gubernur Jenderal Belanda yang sangat fasih berbahasa layaknya penjajah Belanda. Dalam rangkaian drama itu, adegan penutup dilengkapi dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI yang dibacakan oleh Ir Soekarno yang diperankan Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir.
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menegaskan drama kolosal yang baru saja dimainkan itu mengandung makna yang dalam bagi masyarakat Sidoarjo. Isinya bercerita perjuangan KH Mukmin dan santrinyamelawan penjajah di wilayah perbatasan Gedangan dengan melibatkan seluruh santri dari seluruh Jawa Timur.
“Cerita rakyat ini bagus. Banyak makna dan pesan yang disampaikan. Masyarakat bisa mengetahui perjuangan KH Mukmin melawan Belanda. Tidak hanya sekedar tahu nama beliau saat ini diabadikan menjadi nama sebuah jalan (JL KH Mukmin) yang ditempati kantor NU, tetapi bisa mengenal beliaunya,” pungkasnya. (Wawan/Red)