Dugaan Korupsi TKD Buduran, Orang Kepercayaan Tersangka Cindro Dicerca 25 Pertanyaan

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita, Politik Pemerintahan
Sidoarjo (medianusantarasatu.com) – Orang kepercayaan, Direktur Utama (Dirut) PT Eka Permata, Cindro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tukar guling Tanah Khas Desa (TKD) Buduran, Kecamatan Buduran, yakni Achmad Hermansyah diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Rabu (13/04/2016). Dalam pemeriksaan itu, pria yang akrab dipanggil Hermansyah itu dicerca sekitar 25 pertanyaan oleh tim penyidik di ruang Jaksa Fungsional Ruang Pidana Khusus (Pidsus).
“Ada sekitar 25 pertanyaan yang diajukan penyidik untuk Hermansyah (orang kepercayaan tersangka Cindro),” terang Kepala Kejari Sido

Teks Foto: Achmad Hermansyah orang kepercayaan tersangka Cindro (Dirut PT Eka)  pengembang tukar guling TKD Buduran giliran diperiksa, Rabu (13/04/2016). (foto: wawan/medianusantarasatu.com)

Teks Foto: Achmad Hermansyah orang kepercayaan tersangka Cindro (Dirut PT Eka) pengembang tukar guling TKD Buduran giliran diperiksa, Rabu (13/04/2016). (foto: wawan/medianusantarasatu.com)

arjo, Moh Sunarto melalui Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Laode Muhammad Nusrim kepadamedianusantarasatu.com, Rabu (13/04/2016).

Kendati sudah diperiksa dengan puluhan pertanyaan soal tukar guling TKD seluas 2,5 hektar Tahun 2005 itu, akan tetapi pemeriksaan Hermansyah belum selesai. Rencananya, pemeriksaan bakal dilanjutkan pekan depan.
“Karena masih belum selesai pemeriksaan. Maka akan dilanjutkan lagi. Ini kan soal peran atas kuasa yang diberikan dari Cindro ke Hermansyah,” imbuhnya.
Dalam pemeriksaan itu, Achmad Hermansyah diperiksa jaksa Wido Utomo. Hermansyah diperiksa sekitar 6 jam yakni mulai sekitar pukul 09.00-15.00 WIB. Dalam pemeriksaan itu, hanya berhenti waktu salat Dzuhur.
Sementara paska pemeriksaan Achmad Hermansyah yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal tukar guling tanah itu. Padahal, warga Desa Buduran lebih mengenal Achmad Hermansyah daripada Cindro yang ditetapkan sebagai salah satu tersangka oleh tim penyidik Kejari Sidoarjo.
“Yang jelas saya suah mendapatkan surat kuasa. Surat kuasa pengurusan sertifikat itu ada di saya,” pungkasnya sembari berjalan cepat meninggalkan ruang penyidikan.
Diberitakan sebelumnya, kasus tukar guling TKD seluas 2,5 hektar itu dilaksanakan Tahun 2005. Akan tetapi, hingga kini 12 sertifikat belum atas nama Desa Buduran. Selain itu, ada kekurangan volume lahan seluas 467 meter persegi. Dalam kasus ini, penyidik Kejari sudah menetapkan 3 tersangka yakni Cindro sebagai Dirut PT Eka Permata dan pasangan suami istri, Ny Darmi (mantan Bendahara Desa Buduran) dan Hariyanto suami Ny Darmi yang ditangkap di Jember lantaran mengagunkan 3 sertifikat lahan TKD yang ditukargulingkan itu.(Wawan/H Darianto)