Empat Home Industri Garam Tak Berizin di Wonokasian Digrebek Polisi

 Ekonomi Bisnis, Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

SIDOARJO – MNS.COM

Sedikitnya 4 home industri yang memproduksi garam tanpa izin resmi yang ada di Desa Wonolasihan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo digrebeg tim Satgas Pangan, Unit Tipiter, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo. Keempat home industri ini digerebeg lantaran tidak mengantongi izin produksi dan izin edar.

Selain mengamankan keempat pemilik home industri itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya produlsi garam berbagai merek berjumlah ribuan ball siap edar, alat timbangan, mesin pencetak dan sejumlah alat produksinya. Diantaranya, empat set mesin selep garam, 8 cetakan garam, empat buah timbangan, 12 oven, nota, puluhan ton garam siap edar dan barang bukti lainnya.

Selain itu keempat home industri itu sudah berproduksi antara 1 sampai 4 tahun memproduksi garam kemasan berbagai merek.

Keempat pemilik home industri, yang diamankan dan ditetapkan tersangka itu diantaranya Subagiyo warga Dusun Ngemplak, Moch Khamdan warga Dusun Wonokasihan, Siti Khoirotin warga Dusun Wonokasihan dan Imam Januki warga Dusun Ngemplak.

“Penggerebekan diawali laporan masyarakat, kalau di Desa Wonokasian banyak home industri garam yang tidak memiliki izin edar, izin produksi dan tidak ber-SNI,” terang Kasat Reskrim, Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris, Jumat (19/05/2017).

Lebih jauh Harris menguraikan karena seluruhnya tak berizin maka komposisi yodium dan campuran lainnya diragukan. Selain itu, dapat membahayakan konsumen serta jika dibiarkan membunuh industri garam yang resmi. 

“Keempat home industri sudah bertahun-tahun beroperasi. Hasil produksinya, dijual ke para tengkulak yang peredarannya di wilayah Sidoarjo dan Surabaya,” imbuhnya.

Keempat tersangka, lanjut Harris bakal dijerat pasal 134 jo pasal 64 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 142 jo pasal 91 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 113 jo pasal 57 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan pasal 120 jo pasal 53 UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Ancaman hukumannua maksimal 5 tahun penjara,” tegas mantan Kapolsek Simokerto Surabaya ini.

Sementara salah seorang tersangka, Siti Khoirotin mengaku memproduksi garam selama 2 tahun terakhir. Namun dikerjakannya sendiri di rumahnya.

“Kami terpengaruh karena omzetnya menggiurkan. Saya belajar dari tetangga yang tertangkap ini,” pungkasnya. (wan/dar)

 

 

Foto : MNS.COM/Wawan TAK BERIZIN - Empat tersangka pemilik home industri memproduksi garam tak berizin asal Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dijebloskan tahanan Polresta Sidoarjo, Jumat (19/05/2017).

Foto : MNS.COM/Wawan
TAK BERIZIN – Empat tersangka pemilik home industri memproduksi garam tak berizin asal Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dijebloskan tahanan Polresta Sidoarjo, Jumat (19/05/2017).