Ketua Komisi B Tangani PKL Krian Karena Masuk Dapilnya

 Ekonomi Bisnis, Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan, Profil

 

 

Teks Foto : Ketua Komisi B, Kayan, SH.

Teks Foto : Ketua Komisi B, Kayan, SH.

SIDOARJO (MediaNusantaraSatu.com)

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Kayan, SH angkat bicara seputar dugaan setingan pengusiran Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh investor Pasar Krian Baru. Legislatif asal Fraksi Gerindra itu membantah jika lembaganya berpihak kepada PT Pilar Bangun Perkasa investor Pasar Krian Baru.

Dia berencana memanggil pihak investor, Dinas Pasar dan Diskoperindag dan ESDM hanya sebagai fasilitator untuk memperjuangkan nasib PKL yang diusir oleh investor. “Karena Dapil saya masuk wilayah Krian, saya perjuangkan mereka,”tegas Kayan, Selasa (2/2/2016).

Untuk rencana setingan dengan investor, menganggarkan membeli 400 stan yang belum laku dibeli Pemkab, itu tidak benar. Namun dalam MoU (Memorie of Understanding) antara PT Pilar Bangun Perkasa dengan Pemkab, kata Kayan, ada klausul agar pihak investor diberi biaya perawatan dan pemeliharaan oleh Pemkab.

“Namun klausul tersebut oleh Pemkab Sidoarjo tidak pernah dipenuhi. Sehingga stan-stan Pasar Krian Baru tidak terawat dan tidak laku,”papar Kayan.

Memang Pasar Baru Krian sudah diserahkan ke Pemkab Sidoarjo. Namun dalam MoU juga disebutkan dalam perjanjian. Jika masih banyak stan yang belum laku. Maka pihak investor boleh mengelola.

“Akibatnya, ada dua kekuasaan pengelolaan Pasar Krian Baru. Oleh karena itu, kami Komisi B akan mengundang mereka dalam bulan Februari ini guna mencari solusi,”terang Kayan.

Demikian halnya Sekretaris Komisi B, Sudjalil juga melakukan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya. Anggota dewan asal Fraksi PDIP ini bertindak semata mata hanya memperjuangkan nasib wong cilik yakni para PKL yang berada dilingkungan Dapil nya.

“Jadi tidak ada sama sekali kami melakukan setingan dengan investor. Dalam waktu dekat mereka kami undang hearing guna mencari solusi terbaik bagi para PKL,”pungkas Sudjalil. (h darianto)