Ketua PBNU : Waspadai Gafatar Jangan Sampai Membahayakan Umat Islam dan NKRI

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

 

 

LAMONGAN(MediaNusantaraSatu.com)
Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) harus di waspadai. Pasalnya membawa ajaran aneh. Paham Gafatar bahkan bisa mengancam perdamaian dan persatuan di Indonesia.
“Gafatar organisasi baru muncul di Indonesia, mereka adalah organisasi Islam yang eksklusif yang ekstrem,” sebut Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj setelah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah NU di GOR Lamongan, Selasa (11/1/2016).
Said Aqil menyatakan, NU akan mewaspadai adanya sepenuhnya keberadaan Gafatar. “Akan kita waspadai jangan sampai menjadi organisasi membahayakan umat Islam dan NKRI,” tegasnya.
Namun di satu sisi, dengan adanya Gafatar, ia meminta warga NU untuk tidak bersikap ekstrem dan radikal seperti Gafatar. “Kita sudah melakukan itu selalu, ada Gafatar dan tidak ada Gafatar kita menasehati NU jangan ekstrem jangan radikal,” pesannya.
Untuk menanggulangi Gafatar, Said menambahkan NU telah rutin untuk memberikan pengarahan kepada warga nahdliyin. “Kita selalu ada pengkaderan, ada khotbah anti teroris ada lembaga dakwah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Gafatar mulai ramai diperbincangkan setelah adanya kasus orang hilang, dokter Rica dan anaknya di Yogyakarta, yang akhirnya ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Kabarnya hilangnya dokter Rica serta beberapa kasus orang hilang di beberapa tempat seperti puluhan PNS diKabupatan Purbalingga juga terkait dengan organisasi Gafatar.
Bahkan kabar yang terbaru, seorang mahasiswa semester V Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Erri Indra Kautsar (20) dinyatakan menghilang setelah mengikuti Gafatar.
Sementara itu,Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf meminta masyarakat Jatim untuk selektif dalam belajar agama dan selektif pula dalam mencari guru agama.
“Saya berharap masyarakat tidak gampang untuk belajar agama kepada orang yang tidak memahami secara sungguh-sungguh ilmu agama itu. Cari guru harus cari guru yang benar,” ucapnya paska menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah NU ke-90 di Gedung Pemuda dan Olahraga (GOR), Selasa (12/1/2016).
Pernyataan itu menyusul adanya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang tengah membuat heboh Tanah Air. Gafatar menjadi sorotan seiring kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan oleh pengikut-pengikutnya.
“Saya kira kalau menganggap semua kafir dan membuat kelompok sendiri tidak berdasarkan kesepakatan bagaimana ini negara terbentuk kan tidak boleh,” jelasnya.
Apalagi, mereka juga meninggalkan keluarganya setelah jadi pengikut Gafatar. “Masyarakat Jawa Timur harapan saya tidak mengikuti ajaran yang tidak didasarkan pada sumber agama,” pinta Gus Ipul.
Terkait kemungkinan hubungan Gafatar dengan kelompok-kelompok teroris, Gus Ipul mengaku belum mendapatkan informasi. “Saya belum dapat informasi itu, kita ingin meluruskan paham-paham seperti itu,” pungkasnya.(ris)