Kontraktor Yang Dapat Jatah Proyek Rp 18 Miliar di Dinas Pertanian Mulai Diperiksa Penyidik Kejaksaan

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita, Proyek Watch
Foto : MNS.COM/Wawan DIPERIKSA - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo mulai memeriksa satu per satu rekanan yang mendapatkan proyek senilai Rp 18 miliar di Dinas Pertanian, Peternekan dan Perkebunan (DP3) Pemkab Sidoarjo, Rabu (15/06/2016).

Foto : MNS.COM/Wawan
DIPERIKSA – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo mulai memeriksa satu per satu rekanan yang mendapatkan proyek senilai Rp 18 miliar di Dinas Pertanian, Peternekan dan Perkebunan (DP3) Pemkab Sidoarjo, Rabu (15/06/2016).

SIDOARJO – MNS.COM, Sejumlah rekanan (kontraktor) yang kebagian proyek senilai Rp 18 miliar dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (DP3) Pemkab Sidoarjo mulai diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Rata-rata dalam sehari, tim penyidik memanggil sekitar 3-4 rekanan baik yang mendapatkan proyek itu dalam bentuk Penunjukkan Langsung (PL) maupun yang mendapatkan berdasarkan hasil pelelangan.
Pemeriksaan intens itu, dimulai pekan ini. Misalnya, Selasa (14/06/2016) ada sekitar 4 rekanan yang sudah diperiksa. Kemudian dilanjutkan Rabu (15/06/2016), ada sekitar 3 rekanan yang diperiksa tim penyidik Kejari Sidoarjo yang diketuai, Aditya Narwanto itu.
Salah seorang rekanan yang sudah diperiksa itu ada Ny Nur yang tak lain adalah Direktur CV Nur Mandiri, Pondok Jati, Kecamatan Sidoarjo. Dalam pemeriksaan sekitar 3 jam itu, Nur mengaku tidak banyak pertanyaan yang diajukan penyidik Rochidah. Menurutnya, seluruh pertanyaan kebanyakan mengenai CV miliknya itu mendapatkan berapa paket pekerjaan.
“Tidak banyak, saya hanya mendapatkan pekerjaan satu proyek. Itu pun dalam bentuk PL,” kata Nur kepada MNS.COM.
Kendati demikian, salah seorang tim penyidik menilai CV Nur Mandiri mendapatkan beberapa pekerjaan, tidak hanya satu paket pekerjaan.
“Ada 3 paket pekerjaan yang dikerjakan CV Nur Mandiri. Bahkan bisa lebih. Biar saja mengakunya hanya dapat satu paket pekerjaan,” tegasnya.
Sementara Kepala Kejari Sidoarjo, Moh Sunarto bakal segera mengevaluasi hasil perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembagian jatah proyek senilai Rp18 miliar di DP3 Pemkab Sidoarjo itu. Evaluasi itu, untuk memastikan perkembangan hasil Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) dan Pengumpulan Data (Puldata).
“Hasil evaluasi pubaket dan puldata itu, akan dijadikan dasar untuk menaikkan perkara itu layak dinaikan ke dik (penyidikan) atau belum,” pungkas mantan Aspidsus Kejati Gorontalo ini.
Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo membentuk 5 tim jaksa penyidik dalam kasus dugaan korupsi dana senilai Rp 18 miliar di Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (DP3) Pemkab Sidoarjo. Kelima tim penyidik yang diketuai Aditya itu, merupakan tim jaksa yang dianggap handal dan mampu mengungkap kasus dugaan korupsi yang sebagian anggarannya digunakan untuk Penunjukkan Langsung (PL) dibawa Rp 200 juta itu.
Diketahui anggaran proyek APBN Tahun 2015 senilai Rp 18 miliar itu dalam pengerjaannya dipecah-pecah dengan anggaran dibawah Rp 200 jutaan. Sejumlah anggaran Rp 18 miliar itu dibagi diantaranya untuk Pembangunan rumah dan pompa (BOR) senilai Rp. 2.139.680.000, Pengembangan Jaringan Irigasi senilai Rp. 4.221.200.000, Pembangunan/Rehab Jaringan Irigasi Tersier (Jitut) senilai Rp. 4.221.200.000, Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 1.688.480.000, Pembangunan Rumah dan Pompa (Air Permukaan) senilai Rp. 3.770.000.000 dan Pembangunan jaringan irigasi tersier 17 lokasi senilai Rp. 3.309.529.250. (wan/red)