Mantan Pacar Dianiaya, Harta Dikuras

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

rizal-arum sekar dipukuli mantan pacar

Teks Foto : Kapolsek Waru, Kompol HM. Fathoni, SH, MH bersama tersangka dan barang bukti pipa besi yang digunakan menganiaya korban yang tak lain mantan pacarnya sendiri. (foto : rizal)

Teks Foto : Kapolsek Waru, Kompol HM. Fathoni, SH, MH bersama tersangka dan barang bukti pipa besi yang digunakan menganiaya korban yang tak lain mantan pacarnya sendiri. (foto : rizal)

*Wajah dan Kepala Dipukuli Pipa Besi, Gigi Rontok dan Rahang Patah
SIDOARJO(MediaNusantaraSatu.com)
Sudah lama berpacaran sempat hilang akhirnya jumpa kembali lewat jejaring sosial facebook. Mengajak ketemuan sambil jalan jalan untuk beli sepatu ke Sidoarjo. Korban, Asri Sekar Arum (24) karyawan swasta berpamitan kepada orang tuanya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor matic Honda Beat putih untuk menjumpai tersangka Bagus Widianto warga Kali Cangkring RT 03, RW 09 Kaligoro Kecamatan Kutorejo Mojokerto.

Setelah beli sepatu mereka pulang dan berhenti sejenak dibawah jembatan layang Waru untuk beli nasi goreng. Karena antri lama akhirnya korban dan pelaku memutuskan untuk jalan jalan dan mengisi bensin di jalan by pass Medaeng Bungurasih. Setelah mengisi bensin mereka jalan lagi dan berhenti dibawah jembatan tol Medaeng untuk buang air kecil.

Kemudian tersangka memanggil korban untuk mengajak ngobrol sambil menanyakan kejelasan hubungan mereka. “Apakah kamu masih mencintaiku atau tidak?,”ucap Bagus. Sementara Sekar menjawab,”iya mas,” kata Sekar dengan nada lirih tersipuh malu, sambil ia mengajak pulang karena hari sudah larut malam.

Meski sudah dijawab bersedia. Bagus masih ragu dan masih ingin berbincang lebih lama  hingga terjadi chek chok antar keduanya. Hingga mengakibatkan Bagus marah dan menjambak rambut dan membenturkan kepala Sekar ke dinding tiang penyangga jembatan.

Korban juga dipukul tersangka yang tak lain mantan pacarnya itu dengan menggunakan pipa besi ke wajah dan kepala korban. Korban pun seketika pingsan di tempat. Melihat korban tersungkur, tersangka yang pada saat itu sangat memerlukan uang karena terbelit hutang akhirnya memutuskan untuk menguras harta korban.

Yakni berupa tas yang berisikan Handphone, STNK, SIM, perhiasan serta sepeda motor milik korban yang totalnya diperkirakan Rp 15 juta. Setelah itu tersangka langsung kabur. Sementara korban yang ternyata hanya pura pura pingsan akhirnya bangun dan berjalan untuk meminta pertolongan warga.

Setelah ditolong warga, korban dibawa ke petugas jaga Brimob Medaeng. Melihat kondisi korban yang luka parah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siti Khotidjah, Sepanjang, Taman. Korban langsung mendapat penanganan intensif karena mengalami luka cukup parah.

Kondisi korban harus di operasi karena menderita patah tulang rahang, giginya rontok, bibirnya pecah serta luka robek di bagian kepala atas. Setelah berjalan selama 15 hari setelah kejadian, keluarga korban melaporkan masalah ini ke Polsek Waru. Polsek Waru menindaklanjuti, akhirnya tersangka dapat di bekuk dan di tahan.
Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni SH, MH dikonfirmasi Jumat (15/1/2016) mengatakan, tersangka tidak merencanakan sebelumnya. Tersangka sifatnya spontan karena tersinggung perkataan korban.”Kami tetap akan mengusut kasus ini dan menetapkan pasal 365 KUHP ayat 2 tentang pencurian dengan kekerasan dan ancaman hukumannya 15 Tahun kurungan penjara,”tegas mantan Kapolsek Gedangan ini. (rizal)