Mantan Pejabat PT Garam Ditahan…!

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Mantan pejabat PT Garam ditahan Kejati dugaan korupsi dana petani garam Rp 93 M. (foto : anm/editor : h darianto)

Teks Foto : Mantan pejabat PT Garam ditahan Kejati dugaan korupsi dana petani garam Rp 93 M. (foto : anm/editor : h darianto)

Diduga Terlibat Korupsi Dana PKBL Rp 93 M
SURABAYA(MediaNusantaraSatu.com)
Empat mantan petinggi PT Garam (milik BUMN) yang diduga terlibat korupsi dana Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) senilai Rp 93 miliar muiai 2008 – 2012 ditahan penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Selasa (12/1/2016).
Keempat tersangka yang digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng adalah Yulian Lintang (mantan Direktur Keuangan), Ahmad Fauzi (mantan Kabag PKBL PT Garam), Ir Sudarto (mantan Kabag PKBL PT Garam), dan Drs Muksin (mantan Kabag PKBL PT Garam). Mereka digiring ke tahanan sekitar pukul 17.00 WIB setelah menjalani pemeriksaan penyidik mulai pukul 10.00 WIB.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Romy Arizyanto menjelaskan dana yang dikucurkan pemerintah melalui peraturan Menteri BUMN Nomor 5 Tahun 1997. Bahwasannya, dana yang dikucurkan selama 5 tahun itu sebenarnya untuk petani garam di Madura. Namun dana tersebut tidak sampai ke tangan petani dan dipakai secara pribadi.
“Dana itu rencananya untuk program penguatan petani garam, dengan sistim model pinjaman atau kredit dengan bunga kecil,” jelas Romy.
Sugaan korupsi itu bermula saat Kementerian BUMN mengeluarkan kebijakan agar BUMN yang mengalami surplus memberi bantuan pinjaman ke BUMN yang masih lemah. Bantuan itu  untuk program bantuan kepada petani garam.
“Dana yang seharusnya digunakan untuk program PKBL petani garam, disinyalir tidak disalurkan oleh PT Garam. BPKP menemukan kerugian negara sebesar Rp 3,9 miliar,” beber Romy.
Kajati Jatim, Elieser Sahat Maruli Hutagalung, menegaskan pihaknya memerintahkan penyidik Pidsus untuk menahan seluruh tersangka kasus korupsi. Langkah yang dilakukan ini sebagai upaya tegas untuk menindak segala macam perkara korupsi di Jatim. Tidak terkecuali untuk penahanan keempat tersangka dugaan korupsi dana PKBL di PT Garam.
“Penahanan ini merupakan tindak tegas  untuk menuntaskan perkara korupsi di Jatim,” ungkap Maruli.
Kasus dana PKBL merupakan kasus kedua yang disidik tim kejaksaan di lingkungan PT Garam milik Persero. Ketika itu, PT Garam disidik dalam kasus dugaan penyimpangan penjualan 10.000 ton garam di lingkungan perusahaan BUMN itu. Tersangka mantan dirut PT Garam, Slamet Untung Irredenta telah ditahan lebih dulu. (anm)