Mensos Minta Kasus Perkosaan Ditangani Serius serta Beri Bantuan Sembako dan Uang Tunai

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita, Politik Pemerintahan
SIDOARJO – MNS.COM, Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa mendesak polisi agar menindaklanjuti laporan korban pemerkosaan, NR (14) dan keluarganya yang sudah dilaporkan ke Polres Sidoarjo sejak Desember 2015 kemarin agar diproses secapatnya. Hal itu, untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluargnya di mata hukum sekaligus memberikan jaminan hukum bagi keluarga korban. Apalagi, laporan sudah disampaikan sejak korban hamil sebulan hingga usia kehamilan 8 bulan belum ada penanganan serius jikalau tak ada media yang mengeksposenya.
Padahal, para pelaku baik 2 pelaku yang berusia dewasa maupun 3 pelaku yang masih dibawa umur merupakan masih tetangga dari korban yang kini tinggal di bekas kandang bebek RT 11, RW 04, Dusun Janganasem, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon.
“Kami harap laporan korban dan keluarga ke polisi ditindaklanjuti (follow up). Ternyata sudah melaporkan sejak usia kehamilan sebulan sampai delapan bulan  tak difollow up. Padahal, para pelakunya dari daerah yang sama. Harus ada rasa keadilan dari aparat untuk korban dan keluarga korban,” terang Khofifah Indarparawansa kepada MNS.COM, Minggu (22/05/2016).
Lebih jauh, mantan Calon Gubernur Jatim ini menguraikan penyebab laporan tidak terfollow up salah satunya karena ada penghambatnya. Oleh karenanya, pihaknya meminta segera ditindaklanjuti.
“Keadilan itu mahal. Media menyampaikan pesan keadilan bagi korban dan keluarga korban. Kalau keluarga korban dalam berbagai keterbatasan tetap berikan keadilan. Wong sekarang tinggal di bekas kandang bebek,” imbuhnya.
Oleh karenanya, selain mendesak penanganan hukum kasus itu, Khofifah memberikan bantaun sembako, alat salat, dan uang tunai Rp 2,5 juta. Selain itu, memberi opsi keluarga pindah dan tinggal di salah satu pondok pesantren (Ponpes) menjadi pemasak.
“Tadi keluarga dan korban mau tinggal di pondok pesantren. Wong disini tak dapat hak bantuan karena identitas domisilinya masih Surabaya. Kami juga minta Pemkab Sidoarjo dan Pemprop Jatim menangani perkara ini,” tegasnya.
Sementara selama kunjungan Mensos itu, ibu dan korban menangis terus tiada henti, hal itu menunjukkan korban dan keluarganya selama ini dikucilkan warga.
Foto : MNS.COM/Wawan BERKUNJUNG - Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indarparawansa mengunjungi korban pemerkosaan, NR (14) dan keluarganya di RT 11, RW 04, Dusun Janganasem, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (22/05/2016).

Foto : MNS.COM/Wawan
BERKUNJUNG – Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indarparawansa mengunjungi korban pemerkosaan, NR (14) dan keluarganya di RT 11, RW 04, Dusun Janganasem, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (22/05/2016).

“Selama ini korban dan keluarga dikucilkan dan dicemooh. Harapan kami warga harus melindungi masyarakat umum bukan hanya warga dan keluarganya. Itu modal membangun masyarakat yang taat hukum,” pungkasnya. (Wawan/Darianto)