Meski Jadi Korban KDRT, Ibu Muda Tak Mau Melaporkan Suaminya

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Foto Ilustrasi

Teks Foto : Foto Ilustrasi

*Ke Mapolres Hanya Minta Perlindungan

LAMONGAN(MediaNusantaraSatu.com)

Mukhayaroh (32), bersama dua anaknya yang masih kecil terpaksa meminta bantuan pada polisi di Mapolres Lamongan Sabtu (9/1/2016). Kedatangnya adalah untuk meminta perlindungan pada polisi karena takut menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ibu muda yang meminta perlindungan polisi dengan membawa 2 buah hatinya yang masih kecil tersebut adalah Mukhayaroh (32), warga Desa Dadapan, Kecamatan  Solokuro. ‎Dengan menggendong anaknya yang masih berusia 4 bulan dan mengajak putra pertamanya yang berusia 8 tahun, Mukhayaroh diantar oleh anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama Hartono dan Uswatun Hasanah. Mereka mendatangi Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lamongan.

 

Di hadapan petugas kepolisian, Mukhayaroh mengatakan, kedatangannya ke Mapolres Lamongan ini bukan untuk melaporkan tindakan KDRT yang dilakukan suaminya, melainkan hanya ingin meminta ‎perlindungan kepada polisi karena takut dengan suami yang 5 hari lalu sudah menganiayanya. ‎

 

Ketika berada di ruang SPKT Polres Lamongan, nampak bagian wajah di bawah mata kanan masih nampak memar akibat pukulan suaminya. Tak hanya itu, tandas Mukhayaroh, di bagian dada dan perutnya juga merasa sakit akibat tendangan suaminya yang bernama Hasrul Aini.

 

Lebih jauh, Mukhayaroh mengungkapkan, penganiayaan yang dilakukan suaminya itu bukan untuk kali pertama. Pertengkaran itu kerap muncul sejak suaminya telah memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) asal Sedayulawas Kecamatan Brondong.

 

Kejadian terakhir yang membuat Mukhayaroh trauma dan meninggalkan rumah ditemani 2 anaknya ke rumah salah seorang temannya di Pasuruan. Mukhayaroh terpaksa bersembunyi di rumah temannya di salah satu desa di Pasuruan karena takut dianiaya suaminya sebelum akhirnya diantarkan oleh LSM menuju ke Polres Lamongan.

 

“Saya sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyadarkan suami saya,” ujarnya.

Sementara itu, suami korban ditanya wartawan mengakui kalau kericuhan yang kerap terjadi di rumah tangganya itu semenjak dirinya menikahi siri wanita muda yang baru lulus SMA asal Desa Sedayulawas. Hasrul mengaku tidak tega harus memilih salah satu dari dua wanita yang dicintainya itu.

 

“Saya khilaf hingga akhirnya harus memukul istri saya,”akunya.
Hasrul menyadari dan menyesali perbuatannya. Hasrul mengharap, kejadian ini menjadi kejadian yang terakhir. Bahkan, Hasrul berjanji jika pada suatu saat mengulangi kembali perbuatannya, ia siap untuk ditindak sesaui jalur hukum yang berlaku. “Saya khilaf dan saya meminta maaf kepada istri saya,” jelasnya.‎(ris)