Panci Berlafadz ‘Alhamdu Allah’ Dilaporkan FPI Jatim ke Polda

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Ustad M Choiruddin didampingi kuasa hukum FPI Andry Ermawan SH usai lapor di SPKT Polda Jatim. (foto : anm)

Teks Foto : Ustad M Choiruddin didampingi kuasa hukum FPI Andry Ermawan SH usai lapor di SPKT Polda Jatim. (foto : anm)

SURABAYA (MediaNusantaraSatu.com)
Pimpinan PT Tektroindo Anugerah Sukses Abadi, Rizki Agung Alim di Kedungturi, Taman, Sidoarjo yang memproduksi panci atau peralatan masak dilaporkan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Jatim, M Choiruddin ke SPKT Polda Jatim, Rabu (27/1).
Laporan yang dilayangkan Choiruddin bersama beberapa pengurus FPI didampingi pengacara Andry Ermawan SH. FPI melaporkan produsen panci kontroversial bertuliskan ‘Alhamdu Allah’ agar ditindak sesuai hukum yang berlaku. Karena lafadz yang ditempelkan di alat masak itu tidak sesuai tempatnya dan itu sama dengan melecehkan agama.
Ketika laporan berlangsung, M Choiruddin membawa panci dan beberapa foto hasil jepretan di alat masak itu. Barang bukti itu diserahkan ke petugas penerima laporan dan diteruskan ke penyidik.
Ustadz M Choiruddin yang ditemui usai laporan, menjelaskan laporan yang dilakukan itu sebagai tindak lanjut temuan masyarakat atas beredarnya alat masak yang dianggap meresahkan. “Masyarakat pertama kali menemukan panci itu di daerah Pasuruan lalu di Jember, Lumajang, dan beberapa daerah lain,” ujarnya.
Dari peredaran yang ada di Pasuruan, FPI lalu menggelar pertemuan menyikapi beredarnya panci kontroversial bermerek Paramount itu. “Ternyata panci itu diproduksi oleh perusahaan lama di daerah Taman, Sidoarjo,” tukasnya.
Panci dan alat masak lain yang beredar di Jatim atau wilayah lain harus ditarik dari peredaran. Karena stiker merek Paramount bagian atasnya ada tulisan ‘Alhamdu Allah’ dianggap melecehkan agama Islam dan mengganggu ketentraman dalam kehidupan masyarakat. “Katanya produsen sudah minta maaf ke MUI, tapi itu tidak cukup,” ucapnya.
Selain minta maaf, lanjut Choiruddin perusahaan itu harus minta maaf kepada masyarakat melalui media massa, pemilik PT Tekstroindo juga haris menarik semua produk panci berisi lafal suci agama Islam yang sudah diedarkan ke masyarakat luas. “Pemilik juga harus dipidana. Kasus seperti ini juga pernah terjadi sebelumnya di Gresik seperti sandal bertuliskan lafadz Allah,” jelasnya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Drs RP Argo Yuwono, menjelaskan penyidik akan menindaklanjuti laporan yang masuk.  “Tentunya pemeriksaan saksi dan pencarian barang bukti akan dilakukan oleh penyidik,” kata Kombes Pol Argo. (anm)