Pengusiran PKL Diduga Ada Skenario Investor

 Ekonomi Bisnis, Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

 

 

Teks Foto : Pintu masuk Pasar Krian Baru. (foto : faisal rizal/h darianto)

Teks Foto : Pintu masuk Pasar Krian Baru. (foto : faisal rizal/h darianto)                                                                                                                                                                                                                        SIDOARJO (MediaNusantaraSatu.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT Pilar Bangun Perkasa investor Pasar Krian Baru yang secara terbuka mengakui telah mengobrak Pedagang Kaki Lima (PKL) di area halaman pasarnya. Atau melarang berdagang dipasarnya. Diduga itu sebagai setingan belaka. Dia sengaja, membubarkan dan melarang PKL berjualan disana. Karena ada maksud tertentu.

Yakni sengaja membentuk opini, agar niatnya tercapai. Yakni 400 stan yang belum terjual bisa dibeli oleh Pemkab Sidoarjo dengan dana pemerintah. Sumber di Pasar Krian menyebutkan, bahwa PT Pilar Bangun Perkasa investor Pasar Krian Baru. Diduga ada main dengan oknum Diskoperindag Sidoarjo dan oknum DPRD Sidoarjo.

“Dengan ada permasalahan obrakan PKL. DPRD Sidoarjo akan memanggil berbagai pihak diundang hearing. Hasil hearing akan diusulkan oleh Diskoperindag Sidoarjo diajukan ke dana alokasi khusus (DAK) untuk membeli 400 stan milik investor Pasar Krian Baru yang belum laku tersebut,”ujar sumber pejabat Pasar Krian yang tak bersedia namanya disebutkan.

Padahal, pihak investor sudah menyerahkan pengelolaan Pasar Krian Baru kepada Pemkab Sidoarjo dalam hal ini, sebagai leading sektornya dikelola Dinas Pasar Sidoarjo. Mengenai belum lakunya 400 stan milik investor tersebut sebenarnya sudah bukan tanggungjawab Pemkab Sidoarjo.

“Tidak tertariknya pedagang membeli stan di Pasar Krian Baru. Itu merupakan kurang bagusnya managamen investor dalam memasarkan stan nya. Mengapa harus dibebankan kepada Pemkab lagi,”jelas sumber itu lagi.

Sementara ramainya Pasar Krian Baru saat ini, merupakan hasil kinerja Dinas Pasar dan UPTD Pasar Krian. Dengan menempatkan para pedagang dan PKL berjualan disana sehingga Pasar Krian Baru saat ini mulai ramai. Pada saat ramai, para PKL malah di usir.

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sudjalil dikonfirmasi hal itu dia membantah telah melakukan kordinasi kerjasama untuk menggolkan niat investor. “Komisi B memang akan hearing tanggal 10 Februari bulan ini. Namun itu untuk membahas pegusiran PKL oleh investor. Jika ada anggota Komisi B berskenario seperti itu adalah oknum,”tegas politis PDIP Krian ini.

Sementara Direktur PT Pilar Bangun Perkasa, Suhari saat dikonfirmasi tentang pengusiran dan melarang PKL berjualan di Pasar Krian Baru. Dia tidak menampiknya, bahkan mengakuinya. Para PKL dianggap tidak menguntungkan bisnisnya sebagai investor pasar. Para PKL boleh menempati lahan berdagang secara gratis, asalkan Pemkab membeli 400 stan miliknya dari dana APBD atau APBN. (h darianto)