Perkara Money Laundry, Polda Jatim Selamatkan Uang Negara Rp 45 M

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Drs RP Argo Yuwono.

Teks Foto : Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Drs RP Argo Yuwono.

SURABAYA (MediaNusantaraSatu.com)
Polda Jatim berhasil menyelamatkan uang kerugian negara senilai Rp 45 miliar dari penanganan pelaku kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di seluruh Jatim.
Perkara money laundry yang berhasil diungkap penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim di antaranya Bank Danamon Unit Pasuruan dengan tersangka Ali Abu Bakar.

Dari perkara TPPU nilainya Rp 7 miliar dan  yang berhasil disita Rp 3,5 miliar. Money laundry Bank Syariah Mandiri Cabang Kediri, dengan tersangka pimpinan cabang Heru Pambudi. Dalam kasus ini kerugian negara mencapai Rp 27 miliar dan yang berhasil disita Rp 21,5 miliar.
Perkara money laundry Bank Mega Cabang Malang oleh Leli Nur Aprilia dengan kerugian negara Rp 5,3 miliar dan penyidik menyita uang Rp 4,1 miliar. Kasus monwy laundry tambang pasir ilegal di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang dengan tersangka Hariono. Kerugian negara Rp 6,4 miliar dan uang yang berhasil diselamatkan uang senilai Rp 1,5 miliar.
Kemudian perkata money laundry Bank Jatim Cabang Malang oleh PNS Pemkot Malang, Fransisca Daris dengan kerugian Rp 43 miliar. Kasus money laundry Bank Jatim Cabang HR Muhammad Surabaya dengan tersangka Bagus Suprayogo, Kepala Cabang Bank Jatim dengan kerugian negara Rp 53 miliar dan uang yang disita Rp 30 miliar.
Dari hasil anev kinerja tahun 2015, terdapat 30 laporan polisi di Unit III Money Laundering. Dari total laporan yang ada, penyidik berhasil menyelesaikan sebanyak 20 perkara.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Drs RP Argo Yuwono, menuturkan penanganan kasus TPPU adalah atensi pimpinan yang harus diselesaikan. Karena tindak pidana TPPU sangat berpotensi merugikan negara sehingga begitu ada laporan langsung ditindaklanjuti.
“Itu tidam lepaa dari peran masyarakat dan penyidik dalam menyelesaikan kasus TPPU,” ujar Kombes Argo, Kamis (21/1/2016).
Sedangkan, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dr  Muhammad Yusuf yang datang ke Polda Jatim, menyatakan kinerja penyidik jajaran Polda Jatim dinilai terbaik di antara Polda lain. Ini tidak lepas dengan  diselamatkannya uang negara sekitar Rp 45 miliar dari para pelaku TPPU).
“Penghargaan ini diberikan karena mereka cukup baik dan menyelamatkan uang kerugian negara yang besar,” ujar M Yusuf.
Penghargaan yang diberikan ke Polda Jatim diharapkan bisa diikuti oleh Polda se-Indonesia dan bekerja keras untuk menyelamatkan uang negara. “Saya berharap Polda Jatim menjadi motivator bagi Polda lain. Memang tidak banyak yang menangani kasus seperti di Jatim,”tandasnya

.
Yusuf berharap kerja sama antara Polri dan PPATK semakin bagus. “Kalau bisa, Polda lain meniru dan belajar ke Polda Jatim sehingga aman, bersih dari TPPU,” ungkap Yusuf. (anm/h darianto)