Pjs Dirut PDAM Ragu Bayar Tunggakan Proyek Rekanan Rp 17 Miliar

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan, Proyek Watch
Foto : MNS.COM/Wawan Pjs Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin.

Foto : MNS.COM/Wawan
Pjs Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin.

SIDOARJO – MNS.COM, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin masih bersikap ragu-ragu dalam membayar tunggakan proyek rekanan senilai Rp 17 miliar yang selesai dikerjakan hingga akhir 2015 kemarin oleh sekitar 34 rekanan. Kondisi itu, hampir sama yang ditunjukkan Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Sugeng Mujiadi yang kini mendekam dalam tahanan Lapas Kelas II-A Sidoarjo yang sejak awal enggan mencairkan uang pembayaran untuk puluhan rekanan itu.
“Sebenarnya tanggungan PDAM tidak hanya Rp 17 miliar itu saja. Tetapi ada sekitar Rp 35 miliar,” terang Nur Ahmad Syaifuddin kepada MNS.COM, Selasa (14/06/2016).
Kendati tanggungan PDAM Delta Tirta itu bernilai besar dan tidak hanya direkanan, pria yang akrab dipanggil Cak Nur yang sekaligus menjabat Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo ini, berjanji bakal membayar semua tanggungan PDAM itu. Akan tetapi, pembayarannya disesuaikan dengan skala prioritas.
“Karena yang dibayar bukan hanya tanggungan proyek, tapi ada pegawai, listrik, telepon dan lainnya. Kemarin ketiga tanggungan itu sudah selesai. Sekarang tinggal penyediaan bahan dan zat kimia saja,” imbuhnya.
Untuk penyediaan bahan dan zat kimia, kata warga Waru ini tidak bisa dilaksanakan secara cepat layaknya sulapan. Akan tetapi harus melalui mekanisme pengadaan yang benar dan sesuai peraturan.
“Kalau nilainya kecil pengadaan itu yang lewat Penunjukkan Langsung (PL). Akan tetapi kalau nilainya besar (diatas Rp 200 juta) yang dilelang,” tegasnya.
Sementara ditanya detail kapan pembayaran 34 rekanan yang melaksanakan proyeknya pada Tahun 2015 kemarin, Cak Nur belum bisa memastikannya. Alasannya, harus dilihat dan ditelitih ulang perencanaan dan pelaporannya.
“Kalau pembayaran rekanan yang masih ada tanggungan itu dilihat dulu. Kalau masuk skala prioritas dan benar semua pekerjaannya baru akan dibayar. Yang penting dari perencanaan hingga pelaporan beres pasti dibayar. Uangnya (PDAM Delta Tirta Sidoarjo) banyak,” janjinya. (wan/dar)