Polda Bongkar Penipuan Investasi Berkedok Bisnis Katering di FB

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

*Satu Korban Ibu Rumah Tangga dari Surabaya Tertipu Rp 650 Juta
SURABAYA(MediaNusantaraSatu.com)
Jajaran anggota Subdit II Perbankan, Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar penipuan dengan modus investasi katering yang disebar melalui jejaring sosial facebook. Polisi juga mengamankan anggota Otak penipu, Gia Tias (29),  ke Mapolda.
Penangkapan perempuan asal Bukit Cengkeh Berbunga Blok B-4 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat berkat laporan korban Nuraini warga Surabaya. Tersangka lantas ditangkap di rumahnya, Senin (11/1/2016). Dalam kasus ini, korban mengalami kerugian Rp 650 juta.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Argo Yuwono didampingi Dirreskrimsus, Kombes Nur Rochman, Selasa (12/1/2016) menjelaskan, tersangka mengibuli korban di Surabaya dan Mojokerto, pada Desember 2014. Dia mengatakan bahwa saat ini masih ada satu korban yang melapor. Argo menduga masih banyak orang yang menjadi korban perkara ini.

“Kami tunggu laporan korban selanjutnya ke Mapolda Jatim,”pinta Argo.
Kejadian penipuan ini berawal pada Desember 2014. Tersangka Gia Tias mengajak berteman facebook korban Nuraini. Setelah pertemanan berlangsung, Gia menawarkan investasi di bidang katering dengan keuntungan 45 persen per bulan dari modal yang disetor.
Lantas korban tertarik dan menanamkan uangnya Rp 650 juta. Untuk menarik minat orang lain, pada Februari 2015, tersangka membuat group facebook yang isinya menawarkan investasi bidang catering dengan nama group “Yuk Kita Sukses”. Tersangka berperan sebagai owner (pimpinan).
“Untuk meyakinkan calon korban, korban Nuraini dijadikan admin,” papar Argo.
Rupanya group ini menjadi daya pikat ibu rumah tangga. Group yang dibikin tersangka memiliki anggota sekitar 200 orang. Dari 200 orang ini diperkirakan banyak yang tertipu. Karena tersangka mengirim pesan pribadi lewat inbox.
Korban Nuraini mengirim uang melalui beberapa bank yakni BRI dan BCA atas nama tersangka.
Investasi korban yang sudah berjalan selama 3 bulan baru dikembalikan Rp 250 juta. Setelah ditunggu beberapa bulan, tersangka tak juga mengembalikan sisa uang milik korban Rp 400 juta.

“Setelah diselidiki ternyata usaha yang digembor-gemborkan fiktif. Tersangka hanya sebagai ibu rumah tangga dan di rumahnya tidak ada alat katering,” urai Argo.
Dari tangan tersangka, penyidik menyita buku tabungan BCA; buku tabungan BRI; buku tabungan Mandiri Syariah; ATM BCA; ATM BRI; HP Samsung Galaxy Prime; bendel print out penawaran investasi “Yuk Kita Sukses” melalui SMS, BBM dan facebook; dan bendel rekening koran BRI. Dalam kasus ini, tersangka dijerat UU RI tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pasal 28 (1) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Penyidik juga menjerat pasal 45 (1) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE : setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1), ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.
“Kami hanya mengimbau agar masyarakat tidak mudah dengan tawaran investasi. Apalagi pada orang yang tak dikenal terlebih lewat jejaring social,”pungkas Argo.(anm)