Proyek Jamban Wonokasian Dilanjutkan Akhir Tahun 2019

SIDOARJO – MNS.COM

Warga miskin Desa Wonokasian Kecamatan Wonoayu penerima jamban sehat harus bersabar. Karena proyek jamban yang belum selesai didesa tersebut bakal dilanjutkan pada akhir Tahun 2019.

Penggedokan APBD Sidoarjo Tahun 2019 sudah disahkan pada Desember 2018. Sedangkan proyek jamban Desa Wonokasian harus berakhir pada 28 Desember 2018. Sehingga, Dinas Permukiman Sidoarjo tidak bisa melanjutkan proyek jamban yang belum selesai di awal Tahun 2019.

“Rekanan dibayar sesuai pekerjaan dilapangan. Sedangkan sisa anggaran dikembalikan ke Kasda Sidoarjo. Anggaran lanjutan akan di alokasikan pada Perubahan APBD 2019,”jelas Dilar Darmawan selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) proyek jamban Dinas Permukiman Sidoarjo, Kamis (24/1/2019)

Dilar sapaan akrab Dilar Darmawan menambahkan bahwa keterlambatan memang kesalahan dari rekanan pemenang. Rekanan asal Gresik itu bersamaan mengerjakan proyek di Surabaya. “Sehingga waktu mengerjakan proyek jamban di Sidoarjo jadi kedodoran. Saya kasihan juga sama dia,”ujar Dilar yang saat ini pindah dibagian Kasi Bangunan bawahan Kabid Tata Bangunan (Tabah), Januar.

Akibat keterlambatan tersebut, rekanan asal Gresik itu dikenakan denda sekitar Rp 17 juta. “Dan progres pekerjaan hanya selesai 22 persen. Dan dibayar sesuai progres,”terangnya.

Kendala yang diketahui Dilar, material jamban di Sidoarjo harus dibayar dengan uang tunai. Sedangkan di Surabaya katanya material bisa dihutang. “Ini memang resiko pekerjaan,”tukasnya. (dar)

Teks Foto : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jamban Tahun 2018 Dinas Permukiman Sidoarjo, Dilar Darmawan. (foto : kaji dar/mns.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *