Proyek Urukan Lahan Pasar Loak dan Burung Sewa Alat Berat H Totok Sumedi

SIDOARJO – MNS.COM

Proyek pengurukan lahan untuk pembangunan Pasar Loak dan Burung serta UPT Badan Meterologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sudah kelar. Proyek seluas 3 hakter itu dibiayai oleh APBD 2018 sebesar Rp 4,4 miliar.

Pengerjaan proyek yang berlokasi di Desa Gebang Jalan Lingkar Timur (JLT) Sidoarjo itu dikerjakan oleh PT KBK sebagai pemenang lelang. Sebagai pelaksana proyek disana selama ini H Totok Sumedi dan Sujono tampak mondar-mandir selama pengerjaannya.

“Bukan proyek saya, kebetulan alat berat saya dipinjam,”kata H Totok Sumedi, saat diwawancarai beberapa pekan sebelumnya.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Dana Riawati, pihaknya merelokasi Pasar Loak dan Burung ke Gebang, Lingkar Timur, tujuan utama mengurai kemacetan.

“Kondisi dua pasar (Loak dan Burung, red.) dekat Pasar Larangan itu tampak kurang memadai, terl

Teks Foto : Lahan proyek urukan untuk Pasar Loak dan Burung Disperindag Sidoarjo, sudah kelar. (foto : DAR/MNS.COM)

ebih pengunjungnya meluber sampai memakan jalan. Makanya, orang menilai dua pasar itu pemicu kemacetan,” jelasnya.

Alasan lain, lanjut Dana, merelokasi pasar Loak dan Burung, adanya rencana Pemkab Sidoarjo melebarkan Jalan Gatot Subroto dekat Pasar Larangan tersebut.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sidoarjo, Fenny Apridawati menambahkan, di lahan yang kini sudah diuruk itu, selain untuk pasar loak dan burung, juga bakal ditempati bangunan gedung UPT Badan Metrologi.

“Usai pengurukan lahan, dilanjutkan pembangunan Pasar Loak dan Burung oleh Dinas PUPR, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 7,5 miliar. Sedangkan dana pembangunan gedung UPT Badan Metrologi berasal dari pemerintah pusat dalam bentuk DAK (Dana Alokasi Khusus),”paparnya. (dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *