Rencana Mempraperadilankan Penyidik Kejari Dibatalkan Tim PH Dirut PDAM Delta Tirta

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita
Foto : MNS.COM/Wawan Salah satu tim Penasehat Hukum Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Sugeng Mujiadi yakni Sahrul Borman membatalkan rencana mempraperadilkan penyidik Kejari Sidoarjo atas penetapan tersangka Sugeng Mujiadi, Selasa (10/05/2016).

Foto : MNS.COM/Wawan
Salah satu tim Penasehat Hukum Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Sugeng Mujiadi yakni Sahrul Borman membatalkan rencana mempraperadilkan penyidik Kejari Sidoarjo atas penetapan tersangka Sugeng Mujiadi, Selasa (10/05/2016).

SIDOARJO – MNS.COM, Rencana tim Penasehat Hukum (PH) Direktur Utama (Dirut) PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Sugeng Mujiadi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo dibatalkan. Alasan tim PH karena takut majelis hakim menolak praperadilan yang diajukan atas penetapan tersangka Sugeng Mujiadi dalam kasus dugaan korupsi lelang pengadaan pipanisasi 10.000 Sambungan Rumah(SR) senilai Rp 8,9 miliar yang dimenangkan CV Langgeng Jaya pada Tahun 2015 kemarin itu.

“Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami (para PH) memutuskan tidak jadi mengajukan praperadilan,” terang Sahrul Borman, salah seorang tim PH Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Sugeng Mujiadi kepada MNS.COM, Selasa (10/05/2016).
Padahal, sebelumnya Sahrul Borman memastikan bakal mengajukan praperadilan itu ke Pengadilan Negeri Sidoarjo dengan agenda pendaftaran, Selasa (03/05/2016). Namun kemudian diundur, Senin (09/05/2016) dengan dalih penyusunan materi praperadilan belum selesai. Akan tetapi, kali ini Sahrul memastikan tak akan mengajukan praperadilan itu.
“Sudah pasti, kami tidak akan mengajukan praperadilan itu,” tegasnya.
Saat didesak mengenai alasan rencana pengajuan praperadilan itu, Sahrul mengaku sudah melaksanakan kajian berkali-kali soal rencana praperadilan. Hasilnya, pihaknya khawatir permohonan praperadilan itu ditolak oleh Majelis Hakim.
“Setelah kami mengkaji kembali, kami khawatir praperadilan kami ditolak oleh hakim sehingga akan banyak membuang waktu,” katanya.
Kendati membatalkan praperadilan yang dianggap bakal membuang banyak waktu itu, Sahrul Borman dkk justru sudah menyiapkan amunisi melawan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan jika perkara ini dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Juanda.
“Justru sekarang kami konsentrasi untuk persiapan materi yang dibutuhkan saat kasus masuk di pengadilan saja,” pungkasnya. (Wawan/Darianto)