Ribuan Guru dan Pelajar Semarakkan Muhammadiyah Conference dan Festival

 Gaya Hidup, Headline, Indeks Berita
KETERANGAN PERS - Para petinggi Pimpinan Wilayah dan Pusat Muhammadiyah memberikan keterangan pers terkait acara The Muhammadiyah Conference and Festival On Education, Sport dan Culture di Aula SMA Muhammadiyah (Smamda). (Foto : MNS.COM/Wawan)

KETERANGAN PERS – Para petinggi Pimpinan Wilayah dan Pusat Muhammadiyah memberikan keterangan pers terkait acara The Muhammadiyah Conference and Festival On Education, Sport dan Culture di Aula SMA Muhammadiyah (Smamda). (Foto : MNS.COM/Wawan)

 

Sidoarjo (MNS.COM) – Sedikitnya 4.000 pelajar dan guru lembaga pendidikan Muhammadiyah akan berpartisipasi dalam acara The Muhammadiyah Conference dan Festival On Education, Sport dan Culture.

Rencana kegiatan tersebut diuraikan pada wartawan dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Aula SMA Muhammadiyah Sidoarjo (Smamda), Selasa (20/12/2016) siang tadi.

Konferensi pers tersebut dihadiri Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mukti dan Dirjend Paud dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ir Aries yang menjadi pembicara utama.

Acara yang berlangsung selama dua hari itu akan dihadiri perwakilan sekolah dari berbagai level, yakni mulai PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK. Mereka datang dari berbagai propinsi di Indonesia. Tidak hanya dari Jawa Timur saja, namun juga dari Bali, Riau, Jawa Tengah dan Kalimantan.

Sedangkan kegiatannya ada 11 paket kompetisi antar pelajar. Diantaranya Musabaqoh Tilawatil Quran, Teks Reading, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, Pembacaan Puisi, Pembuatan Naskah di Bidang Bisnis dan Enterpreneurship, Futsal, Basket, Produksi Film Indie, Pembuatan Cerpen, Pembacaan Puisi dan Hisbul Waton.

“Pesertanya ada sekitar 4.000. jumlah itu tidak termasuk peninjau. Kalau dihitung dan diikutkan semuanya jumlahnya bisa 10 kali lipat. Sekarang sekolah yang memastikan berpartisipasi baru 50 persen dari target,” terang salah seorang panitia acara, Arbiyah.

Dijelaskannya, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah membangun kemandirian dan berinisiasi menciptakan peserta didik yang mengandalkan kepeloporan dan berjiwa champion (kompetitif).

Karena itu pihaknya memadukan teori di kelas, budaya dan bermasyarakat untuk kolaborasi literasi, berkompetisi dan kolaboratif dalam ajang kompetisi yang rutin dilaksanakan dua tahun sekali itu.

Sedangkan Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Hidayatullah menjelaskan motivasi pelaksanaan acara Me Confest itu agar Muhammadiyah menjadi peradaban dunia dengan penguatan pendidikan karakter. Harapannya, para peserta dari kalangan pimpinan sekolah dan guru dapat mendorong membangun peradaban dunia.

“Karena perspektif diperkuat dengan semua pimpinan sekolah. Tujuan Kementerian Pendidikan sekarang adalah pendidikan karakter dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Makanya sebelum acara selesai bakal ada pembahasan komisi PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MK serta Komisi Pengurus Majelis,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Saad Ibrahim menegaskan tujuan acara ini adalah memadukan pendidikan dengan memberikan pengalaman real dalam kompetisi dengan cara berlomba-lomba untuk kemajuan peradaban. Hasil akhirnya adalah meraih puncak science (keilmuan) dari berbagai inovatif, kompetitif demi kemajuan umat.

“Kami bakal terus melaksanakan kegiatan ini agar Muhammadiyah bisa bersaing dengan pihak-pihak di luar dan berhadapan dengan pihak mana pun. Kalau sekarang diikuti lembaga sekolah Muhammadiyah di Jatim, rencananya kami gelar secara Nasional tahun berikutnya dan merancang berskala Internasional di tahun-tahun berikutnya. Isinya tetapi konferensi dan festival world class (internasional class,” pungkasnya.(wan/lud)