Rombongan Piknik Perangkat Desa Sukodono Masih Shock Berat

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan
Foto : MNS.COM/Wawan SANTUNAN - Jasa Raharja memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan rombongan Study Tour Perangkat Desa se Sukodono di Kecamatan Sukodono mulai Rp 10 - Rp 25 juta, Senin (09/05/2016).

Foto : MNS.COM/Wawan
SANTUNAN – Jasa Raharja memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan rombongan Study Tour Perangkat Desa se Sukodono di Kecamatan Sukodono mulai Rp 10 – Rp 25 juta, Senin (09/05/2016).

*Korban Dapat Santunan Jasa Raharja
SIDOARJO – MNS.COM – Kendati sudah berjalan 2 hari, akan tetapi selimut duka masih dirasakan warga Kecamatan Sukodono. Ini menyusul, selain enam korban meninggal karena kecelakaan tunggal bus Tiara Mas di Kudus, Minggu (08/05/2016) dini hari, belasan korban lainnya masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Bahkan kejadian itu menimbulkan shock berat bagi rekan-rekan korban yang berada di rombongan bus kedua.
Salah satunya dialami, Murdiyono, staf Pelayanan Kecamatan Sukodono yang berada di bus kedua. Meski dirinya sudah masuk kerja, tetapi pikirannya masih tidak fokus bekerja. Hal ini disebabkan konsentrasinya terpecah. Bahkan dirinya enggan mengingat-ingat kembali kenangan liburan panjang yang berujung musibah itu.
“Kami tetap harus bekerja. Karena kewajiban memberikan pelayanan. Meski belum bisa konsentrasi sepenuhnya,” ucap Murdiyono kepadaMNS.COM, Senin (09/05/2016).
Kondisi itu, dimaklumi teman kerjanya, Munakir, Staf Pemerintahan Kecamatan Sukodono. Menurutnya, bagaimanapun tangguhnya seseorang tetap butuh waktu menenangkan diri. Apalagi Murdiyono baru sampai di rumah Minggu (08/05/2016) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
“Kami menilai wajar masih trauma. Sekarang beliau (Murdiyono) enggan membahas peristiwa itu. Makanya, foto-foto liburan kemarin juga sudah dihapus agar tidak terbayang-bayang. Dia masuk kerja saja, sudah bagus. Artinya mengutamakan pelayanan,” tegasnya.
Selain itu, musibah itu juga membuat kaget sejumlah Kepala Desa. Salah satunya dialami Kepala Desa Suruh, Abdul Majid. Dirinya tidak menyangka dan mengaku kaget dua perangkat desanya harus turut menjadi korban. Padahal saat Study Tour mereka masih terus aktif  berhubungan dengan saling mengabarkan tempat yang mereka kunjungi.
“Saat komunikasi lewat ponsel itu kedua perangkat saya tampaknya masih senang dan menikmati liburan itu,” ungkapnya.
Sementara hingga sore hari, air mata duka masih terlihat. Terutama di dalam ruang rapat Kecamatan Sukodono. Sejumlah warga yang anggota keluarganya menjadi korban meninggal berkumpul. Mereka datang memenuhi undangan untuk menerima santunan dari Jasa Raharja Jatim. Bahkan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah sendiri yang menyerahkan santunan kecelakaan dari Jasa Raharja itu.
Masing-masing warga yang anggota keluarganya meninggal mendapat dana santunan senilai Rp 25 juta. Bagi yang cacat mendapat santunan maksimal Rp 25 juta. Sedangkan bagi yang masih masa perawatan dan biaya perawatan ditanggung mendapatkan Rp 10 juta.
“Para korban yang sekarang menjadi pasien tidak perlu keluar biaya. sudah ada garansinya. Santunan ini sedikit meringankan beban warga yang menjadi korban,” kata Kepala Humas Jasa Raharja Jawa Timur, Totok Ery Soekamto.
Sedangkan untuk desa yang ditinggal perangkatnya, pihak kecamatan masih belum bisa segera menempatkan orang baru. Selain karena masih suasana duka, butuh sejumlah prosedur yang harus dilalui untuk pengisian kekosongan perangkat dan sekretaris desa itu.
“Untuk tugas-tugas perangkat dan Sekdes yang menjadi korban, untuk sementara dikerjakan perangkat lain,” pungkas Sekretaris Kecamatan Sukodono, Eri Sudewo. (Wawan/Darianto)