Rumah Digusur Pelebaran Jalan, Warga Tambak Kemeraan Wadul Dewan

SIDOARJO – MNS,COM

Sebanyak 58 Kepala Keluarga (KK) warga Kelurahan Tambak Kemeraan Kecamatan Krian mengadu ke Komisi D DPRD Sidoarjo. Mereka mengeluh karena rumahnya bakal tergusur pelebaran jalan.

Solusinya, komisi yang membidangi sosial dan kesejahteraan rakyat itu Rabu (25/7/2018) menerima aspirasi warga dengan dipertemukan dari OPD (Organisasi Pemerintah Daerah). Beberapa OPD yang hadir Dinas PUPR (Pekerjaan Umum Penataan Ruang), Judi Tetra Hastoto, Yunan Khoiron dan Yudhi Kartikawan, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Ir Sulaksono, perwakilan Dinas Sosial dan Camat Krian.

Sementara hearing dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi D, Ali Masykuri (Nasdem) bersama anggota, Bangun Winarso (F-PAN), Mahmud (F-PAN) dan Bambang Riyoko (F-PDIP).

Rencana PUPR melakukan pelebaran jalan tersebut akan melewati jalur Tambak kemeraan-Kemasan-Gamping Kulon-hingga Dusun Gamping. Pelebaran akan dilakukan  mulai semester kedua tahun 2018. Tentu saja membuat panik Warga Desa Tambak Kemeraan Kecamatan Krian. Karena diminta harus meninggalkan lahan yang selama ini mereka tempati, untuk beralih ke Rusunawa Krian.

Saat pertemuan bermusyarawah, Bangun Winarso memberikan pencerahan kepada perwakilan warga Kelurahan Tambak Kemeraan, atas rencana pelebaran jalan yang segera dilakukan pemerintah daerah.

Bangun Winarso juga mengajak warga, agar mau mengambil dulu kesempatan tinggal di Rusunawa Krian ini, sambil ke depan akan diperjuangkan subsidi biaya sewanya.

“Rencana pelebaran jalan ini sudah dianggarkan dan segera akan dikerjakan Dinas PUPR. Karenanya saya berharap warga segera bisa mengambil keputusan. Kalau bersedia menempati Rusunawa Krian, kita akan bantu mencarikan solusi subsidi biaya sewanya. Kalau tidak bersedia ya monggo bagaimana baiknya bapak ibu warga Tambak Kemeraan,” jelas Bangun Winarso.

Kepala Dinas Perumahan Dan Permukiman Ir Sulaksono menegaskan siap menbantu soal biaya sewa ini, dengan prinsip warga sepakat bersedia dulu untuk pindah ke Rusunawa.

“Solusi akan kita carikan yang terbaik. Namun yang penting, warga mau dulu untuk direlokasi,” kata Sulaksono.

Sebelum warga menyatakan sepakat, sempat ada tarik ulur warga yang minta adanya ganti rugi untuk biaya pindahan.

Soal ini, Camat Krian, Agustin yang juga hadir dalam pertemuan, bersepakatan dengan Dinas Perumahan dan Permukiman, untuk membebaskan biaya sewa selama 3 bulan, sebagai kompensasi dari biaya pindahan warga nantinya.

“Sebagai kompensasinya, warga yang bersedia pindah, akan bebas biaya sewa Rusunawa hingga 3 bulan,” ungkap Sulaksono. (dar)

Anggota Komisi D saat menampung aspirasi warga Kelurahan Tambak Kemeraan Krian guna mencari solusi dengan OPD terkait. (foto : DAR/MNS.COM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *