Sabu-Sabu Disembunyikan di Dalam Kutang dan CD Ibu RT

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Ny. Erlina pengedar sabu-sabu yang disembunyikan di dalam bra dan CD nya perkaranya mulai disidangkan. (foto :anm/editor : h darianto)

Teks Foto : Ny. Erlina pengedar sabu-sabu yang disembunyikan di dalam bra dan CD nya perkaranya mulai disidangkan di PN Surabaya. (foto :anm/editor : h darianto)

SURABAYA(MediaNusantaraSatu.com)
Ulah Ny. Erlina terbilang nekad untuk bisnis jadi pengedar narkoba. Bayangkan saja, saat ditangkap polisi, ibu rumah tangga (RT) ini sembunyikan dagangan sabu-sabunya di dalam kutang (bra) dan celana dalam (CD) miliknya.
Ditipu oleh aksi perempuan yang berusia 46 Tahun itu, polisi pun tak kalah cerdiknya karena saat penyergapan tanggap membaca gelagatnya. Polisi bisa menemukan barang-bakti sabu-sabu itu dan meringkusnya untuk diproses hukum. Namun, Senin (11/1/2016) kemarin kasusnya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suseno terurai dakwaannya, bahwa kasus itu berawal saat anggota polisi Polsek Jambangan melakukan penggeledahan kos di Jalan Kedung Turi pada Oktober lalu. Polisi melakukan penggeledahan karena dari informasi masyarakat menyebut bahwa di kos itu sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Jaksa Seno menyebutkan, saat digrebek, polisi berhasil menangkap Roy. Lantas kepada polisi, Roy mengaku bahwa sabu-sabu itu dibeli dari Dayat (DPO). Polisi pun segera memburu Dayat di rumahnya. Saat mendatangi rumahnya, Dayat ternyata tidak berada di rumah.

Tak mendapati Dayat, polisi ternyata mendapati terdakwa di rumah tersebut. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan sabu-sabu seberat 22 gram, yang dikemas dalam 9 bungkus. Saat digrebek, terdakwa sedang berusaha menyembunyikan sabu-sabu yang terbagi dalam 9 bungkus itu ke dalam bra dan celana dalamnya.

Tak hanya itu, polisi juga berhasil mendapatkan barang bukti lainnya diantaranya, satu buah handphone, korek api, dan satu pipet kaca, beserta satu buah timbangan digital. Saat diperiksa, kepada polisi terdakwa mengaku sabu-sabu itu merupakan milik Dayat.

Dia menjerat terdakwa dengan pasal 114 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 jo pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Hukuman pada pasal tersebut maksimal 12 tahun penjara.(anm)