Satreskrim Polres Sidoarjo Bongkar Komplotan PJTKI Abal-Abal

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

Teks Foto : Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir didampingi Kasatreskrim dan Kasubag Humas menunjukkan keberhasilannya ungkap komplotan PJTKI abal-abal di Bungurasih. (foto : faisal rizal)

Teks Foto : Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir didampingi Kasatreskrim dan Kasubag Humas menunjukkan keberhasilannya ungkap komplotan PJTKI abal-abal di Bungurasih. (foto : faisal rizal)

SIDOARJO (MediaNusantaraSatu.com)
Sudah lama beroprasi,  perusahaan Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang berlokasi di Ruko Taman Bungurasih Kav.  A No 15 Desa Bungurasih Kecamatan Waru Sidoarjo ternyata sebuah perusahaan ilegal alias abal-abal.  Sudah banyak yang jadi korban diduga salah seorang korban akhirnya menginformasikan hal tersebut kepada Satreskrim Polres Sidoarjo.

Bahwa di komplek Ruko Taman Bungurasih digunakan untuk menampung calon TKI yang akan di pekerjakan di luar negeri dengan tujuan negara Malaysia. Berdasarkan informasi dari masyarakat akhirnya pada hari Kamis 28 Januari 2016 pukul 02.00 WIB Sat Reskrim Polres Sidoarjo melakukan penangkapan terhadap Sanawi Hasan (43) tahun.

Warga Desa Sumber Rejo Kecamatan Banyu Putih Kabupaten Situbondo itu berperan menampung dan menyalurkan para TKI ke luar negeri. Kemudian, Marjani (51) tahun warga Desa Ampel Gading Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang.  Dia berperan  membantu Sanawi Hasan. Selanjutnya, Sudiono (38) tahun warga Desa Gintungan Kecamatan Kembang Dahu, Kabupaten Lamongan. Dia berperan paling penting dalam urusan dokumen pembuatan Paspor, KTP, Akte Kelahiran, hingga surat kehilangan dari kepolisian yang semuanya di duga palsu.

Kapolres Sidoarjo AKBP.  Moch Anwar Nasir menjelaskan ketiganya ditangkap karena telah melakukan tindak pidana menempatkan TKI tanpa ijin dari Menteri Tenaga Kerja, dan dengan sengaja memalsukan dokumen penting atau ikut membantu melakukan tindak kejahatan. Setelah melakukan penyelidikan atas informasi warga ternyata benar ada 14 orang laki-laki yang sudah siap berangkat keluar negeri.

“Akhirnya petugas langsung melakukan pengecekan terhadap dokumen perusahaan dan ternyata dokumen tersebut tidak ada atau tidak punya ijin,”jelas mantan Kapolres Nganjuk ini, Selasa pagi (2/2/2016) di Mapolres Sidoarjo.

Tak hanya memeriksa dokumen perusahaan saja. Petugas juga memeriksa dokumen milik calon TKI yang akan di pekerjakan di luar negeri dan ternyata dokumen-nya di duga palsu. Setelah ditanya dari mana mendapatkan dokumen tersebut. Ternyata surat-surat itu di dapat atau dibuat oleh Sudiono di daerah perumahan Suko, Kecamatan Sidoarjo.

Sedangkan SH, Kata Kapolres, dia juga ikut berperan mencari calon TKI di bantu oleh Marjani. Untuk penyidikan lebih lanjut tersangka sekaligus barang bukti sudah diamankan. Yakni, 75 paspor, 17 KTP, 29 akte kelahiran, 3 Ijazah, 3 surat perjalanan laksana Paspor, 31 kartu keluarga, 2 buku nikah, 2 bendel surat perjanjian kontrak ruko, 1 laptop, Flasdisk, printer dan uang tunai Rp 62.000.000.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka di jerat dengan pasal 102 ayat 1 huruf B UU no 39 th 2004 tentang perlindungan dan penempatan TKI di luar negeri dan pasal 264 ayat 2 subs 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan surat-surat dengan ancaman 10 tahun penjara,”papar Kapolres, didampingi Kasat Reskrim dan Kasubag Humas Polres Sidoarjo. (faisal rizal/h darianto)