Selain Gaji Insentif, Dana Bosda Juga Disunat

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

 

Teks Foto : Ruang pejabat Kemenag Sidoarjo yang berwenang mencairkan gaji insentif dan dana Bosda. (foto : h darianto)

Teks Foto : Ruang pejabat Kemenag Sidoarjo yang berwenang mencairkan gaji insentif dan dana Bosda. (foto : h darianto)

*Islamadinah Mengelak Tudingan Miring Itu

SIDOARJO (MediaNusantaraSatu.com)

Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo ternyata tidak hanya melakukan pemotongan gaji guru swasta saja. Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sekolah Diniyah juga dipotongnya sebesar 10 persen. Bila pihak sekolah tidak mau, maka Kemenag mengancam tidak akan memberi insentif dan Bosda lagi.

Keluhan itu disampaikan oleh salah satu pengurus sekolah swasta Diniyah di Sidoarjo, yang berinisial BA, Kamis (21/1/2016). Dia baru-baru ini didatangi dan dipanggil pegawai Kemenag Sidoarjo. Tujuannya guna pencairan gaji insentif dan Bosda triwulan ke-4 anggaran Tahun 2015. Pencairannya pada bulan Januari 2016.

Sebelum pencairan, pengurus sekolah dinego oleh pegawai Kemenag. Bahwa ada pemotongan sebesar 10 persen dari nilai gaji insentif dan Bosda yang akan diterimanya. Pemotong itu katanya sudah ada kesepakatan dengan asosiasi sekolah diniyah yakni Islamadinah.

“Bila tidak mau dipotong. Mereka ngancam tidak akan memberi Bosda dan gaji insentif lagi,”katanya.

Pencairan memang melalui Dinas Pendidikan ke rekening sekolah masing-masing. Namun setelah dana itu cair, petugas Islamadinah koordinator kecamatan datang mengambil uang 10 persen itu. “Pemotongan ini kan tidak benar. Kami mohon untuk ditelusuri,”ungkap BA.

Kepala Seksi Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren), Drs. Suhaji, M.Si yang membidangi gaji insentif guru dan Bosda dikonfirmasi Kamis pekan lalu mengelaknya. Ia tidak mengakui pemotongan itu. Bahkan ia berdalih yang memegang uang adalah Dinas Pendidikan.

Informasi yang dihimpun wartawan ini menyebutkan, setelah pihak Kemenag dikonfirmasi masalah itu tampak kebingungan. Pihak Kemenag langsung melacak siapa yang membocorkan kasus tersebut.

Sementara itu, Koordinator Islamadinah Kabupaten Sidoarjo, Lukman dikonfirmasi Kamis (21/1/2016), tentang pemotongan tersebut juga mengelaknya. “Tidak benar itu,”ujarnya singkat. (h darianto)