Sistem Antrean Dirombak Total, Pemohon Paspor Baru Membeludak

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

 

 

Teks Foto : Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya.

Teks Foto : Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya.

SURABAYA(MediaNusantaraSatu.com)
Masyarakat yang ingin bepergian keluar negeri selama ini mengeluhkan lamanya pengurusan paspor baru. Saat ini instansi ke-Imigrasian yang menerbitkan paspor itu berusaha mengubah image tersebut menjadi lebih cepat dan mudah.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya (Waru) dan Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak berkomitmen mengubah sistem antrean bagi pemohon paspor baru. Bahkan bertekad merombak secara total. Tentu saja hasil dari perombakan ini disambut antusias bagi pemohon paspor baru. Pemohon paspor baru pun, membeludak di dua kantor instansi ini.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya Zaeroji di Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim, Senin (11/1/2016) mengatakan, pada hari pertama pemberlakuan sistem itu. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya meningkat drastis dari layanan hari biasa. Sebab, kenaikannya karena pihaknya tidak menggunakan sistem kuota yang membatasi jumlah. Namun sekarang menggunakan sistem jam.

“Sebelum sistem antrean baru diaplikasikan, Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya mendapat kuota pembuatan paspor sebanyak 350 paspor per hari. Sementara di Unit Layanan Paspor (ULP) nya yang ada di Giant Margorejo mendapat kuota sebanyak 75 paspor per hari,”terang Zaeroji.

Zaeroji menambahkan, bahwa dengan sistem baru ini, lonjakannya mencapai 635 pemohon paspor dengan rincian 75 online, 262 walk in (pemohon langsung), 21 prioritas, 175 biro jasa, dan 102 pemohon paspor di ULP. Biasanya pemohon paspor saat masih dengan sistem sebelumnya mencapai 400 an.

Meski pemohon paspor membeludak, pihaknya tetap profesional menyelesaikan berkas pendaftaran pada hari itu juga. Karena pihaknya tidak ingin terjadi penumpukan atas pemrosesan pemohon baru. Standar yang dibutuhkan untuk setiap pemohon paspor sekitar10 menit.

Kata Zaeroji, dikantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya memiliki 11 booth/konter. Satu pemohon paspor menghabiskan waktu 10 menit, maka dalam waktu satu jam, satu konter bisa menyelesaikan pengurusan paspor sebanyak 6 orang. Jika ada 11 konter, maka ada 66 paspor yang diselesaikan dalam waktu satu jam.

Zaeroji menandaskan, prosesnya selanjutnya pemohon diambil sidik jari, lalu tes wawancara, di foto lalu bayar. Setelah itu paspor bisa diambil dalam waktu tiga hari usai proses tersebut.

Lebih jauh dia menjelaskan, pemohon paspor yang diurus sendiri bisa menyesuaikan waktu sesuai dengan nomor pendaftaran. Seperti kapan akan menjalani proses pengidentifikasian diri. Pihak imigrasi akan memberi kabar sampai nomor berapa proses identifikasi yang sudah berlangsung.

Kalau pemohon merasa gerah atau bosan menunggu waktu foto yang cukup lama, bisa ditinggal untuk kegiatan lain. Ke depan pihak petugas imigrasi akan mengabarkan ke pemohon paspor kapan akan diidentifikasi lewat sms.

Disisi lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Saffar Muhammad Godam dalam penerapan sistem antrean baru, pemohon paspor turun sedikit. Biasanya dengan sistem sebelumnya ada 300 pemohon paspor. Namun saat diterapkan sistem baru ada 298 pemohon paspor. Penurunan itu, menurut dia hanya kebetulan saja.

Hanya saja untuk kedepan, ia memprediksi bisa saja terjadi lonjakan yang cukup signifikan jika musim haji tiba. Jika musim haji, dipastikan membeludak. Karena musim haji menjadi rutinitas membeludaknya pemohon paspor. Sehingga dapat diperkirakan sistem baru pemohonnya meningkat.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim, Budi Sulaksana menyampaikan sistem baru ini akan menggantikan sistem lama yang menggunakan kuota. Penerapan sistem baru ini merespon keluhan masyarakat. Sistem lama sebenarnya bagus, tapi ada kekurangannya. Hal ini yang pasti akan diperbaikinya.

Ditambahkan oleh Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim, Effendy B Perangin Angin, ia berpendapat jika sistem baru ini membatasi pemohon paspor dengan batasan pukul 07.30 WIB – 10.00 WIB. Itu diterapkan bagi kantor Imigrasi dengan jumlah penerbitan rata-rata per hari di atas 150 paspor. Pukul 07.30 WIB – 12.00 WIB, bagi kantor imigrasi dengan jumlah penerbitan rata-rata per hari di atas 75-150 paspor.(anm)