Smamda Sidoarjo Dilengkapi Asrama Tampung 200 Siswa

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan
Foto : MNS.COM/Wawan ASRAMA SISWA - Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meresmikan Asrama Siswa milik SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo yang mampu menampung 200 siswa berlantai 4, Senin (22/05/2017).

Foto : MNS.COM/Wawan
ASRAMA SISWA – Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meresmikan Asrama Siswa milik SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo yang mampu menampung 200 siswa berlantai 4, Senin (22/05/2017).

SIDOARJO – MNS.COM
SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo terus melaksanakan akselerasi. Jika sebelumnya, selalu kerap meraih prestasi kali ini melengkapi sekolah itu dengan Asrama Siswa. Tidak tanggung-tanggung Asrama Siswa itu mampu menampung 200 siswa. Pembangunan asrama terdiri dari 35 kamar dan bangunan berlantai 4 itu, menjawab pertanyaan wali murid yang selama jnj, berasal dari luar kota dan berada jauh dari pusat Kota Sidoarjo.
“Beberapa tahun terakhir kami menampung keluhan orangtua siswa yang dari jauh. Mereka butuh tempat aman dan terjaga. Untuk
sementara ini siswa dititipkan ke keluarga dan kos di sekitar sekolah.
Nah ini kami tangkap sebagai peluang yang luar biasa. Kami membangun asrama yang mampu
menampung siswa. Selepas sekolah mereka bisa dapat bekal tambahan pengetahuan agama dan akademik. Agama tentang tafsir Al aquran dan pengetahuan umumnya Bahasa Inggris dan materi yang seringkali diolimpiadekan,” terang Kepala Smamda Sidoarjo, Wigatiningsih, Senin (22/05/2017).
Lebih jauh, Wigatiningsih menguraikan para siswa yang tinggal di asrama nyaris bersekolah mulai pagi sampai malam hari. Hanya saja, lokasinya bergeser ke asrama sepulang sekolah. Selain itu dilengkapi pengasuh asrama dan makanan yang terjangkau dan terjamin kesehatannya.
“Kami mengubah stigma dan doktrin sekolah berasrama kumuh dan berpenyakit. Disini tetap bersih dan sehat. Setiap kamar berisi 4 – 6 tempat tidur dilengkapi kipas, almari serta tempat mencuci dan kamar mandi. Kalau perlu dicarikan guru dan pembimbing asrama dari luar biar siswa tidak bosan,” imbuhnya.
Menurut perempuan berkacamata ini, asrama siswa bakal menampung siswa dari luar kota dan dari dalam kota. Mereka harus mendapatkan izin dari orangtua. Saat ini meski baru dibuka sudah ada 5 siswa yang mengisi asrama. Hal itu akan ditambah dari pendaftaran gelombang kedua dan terakhir.
“Untuk SPP sekolah Rp 800.000 per bulan. Biaya kos Rp 250.000 kalau ditambah makan 2 kali sehari dan bimbingan belajar Rp 1 juta per bulan plus biaya kos. Kalau Rp 250.000 per bulan kan sama dengan harga kos diluar sekolah,” tegasnya.
Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir yang meresmikan bangunan asrama siswa itu menguraikan Smamda merupakan sekolah yang bagus dan berprestasi. Dari prestasi itu bergeser ke pelayanan asrama siswa. Apalagi, satu komplek ada asrama, sekolah dan kampus (Umsida). Bahkan rencananya dibangun lagi asrama untuk putra dan putri.
“Karena siswa Smamda dari luar daerah yang jauh, ini menunjukkan mobilitas sekolah ini tinggi. Daripada siswi bertebaran jauh lebih baik dibina di asrama ini. Investasi pendidikan memang harus terus berpacu dengan melakukan lompatan agar
Indonesia tidak lengah. Karena kualitas pendididikan dan arah pendidikan harus ungul. Apalagi, daya saing kita masih di bawah Malaysia Thailand dan Singapura. Hanya lewat pendidikan yang unggul kita menjadi bangsa yang maju. Saya yakin Mendikbud merangkai itu. Selain ada pelayanan Indonesia pintar disisi lain mengkreat sekolah menjadi unggul dan berprestasi,” pungsnya. (wan/dar)