SPDP Bandar Narkoba, Sang Bos Aiptu Abdul Latif Sudah Diterima Kejari Surabaya

 Headline, Hukum & Kriminal, Indeks Berita

 

 

*Dari Nusa Kambangan Dipindah

Teks Foto : Bersama BNN berantas narkoba.

Teks Foto : Bersama BNN berantas narkoba.

ke Lapas Porong
SURABAYA(MediaNusantaraSatu.com)
Surat Perintah Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bos bandar narkoba, Yoyok sudah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Yoyok adalah atasan terdakwa Aiptu Abdul Latif, anggota Polsek Sedati, Polres Sidoarjo yang dituntut mati di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya beberapa waktu lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi SH, menjelaskan SPDP sudah diterima beberapa waktu lalu. Namun berkas pemeriksaan Yoyok yang dilakukan Satnarkoba Polrestabes Surabaya belum diserahkan ke kejaksaan. Dan Yoyok adalah pemilik sabu sabu (SS) seberat 50 kg yang dibawa Abdul Latif untuk didistribusikan.

“Yoyok adalah seorang nara pidana (napi) Nusa Kambangan dan sekarang sudah dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya di Porong,” ujar Didik Farkhan, Jumat (15/1/2016).

Data yang dihimpun, akumulasi hukuman yang diterima Yoyok dari berbagai kasus narkoba mencapai 35 tahun penjara. Sekarang tersandung lagi dalam sindikat narkoba yang diungkap Polrestabes Surabaya pascatertangkapnya Abdul Latif di Pasar Wisata Sedati.

Dalam kasus ini, penyidik tidak menahan Yoyok. Karena posisi Yoyok sudah menjadi terpidana dalam kasus yang sama. Kejari Surabaya ingin secepatnya menuntaskan kasus ini. Tapi masih menunggu berkas perkara yang dikirim penyidik Polrestabes Surabaya.

“Mungkin masih ada yang perlu dilengkapi, maka ditunggu saja,” katanya.
Menyikapi bakal tuntutan yang akan diberikan pada pentolan narkoba, Didik sudah memiliki gambaran. “Anak buahnya saja seperti Abdul Latif dituntut mati. Ya setidaknya sama,” tandasnya.

Dalam sidang sebelumnya, Yoyok diketahui merekrut Aiptu Abdul Latif dalam mendistribusikan 50 kg SS melalui Tri Diah Torissiah alias Susi, tersangka dalam berkas terpisah.

Sebelum tertangkap polisi, Aiptu Abdul Latif diperintahkan Yoyok melalui Susi untuk mengambil SS seberat 50 kg di salah satu hotel di Jalan Diponegoro. Selanjutnya barang itu disimpan di rumah kos Indri Rahmawati (istri siri) Abdul Latif di kawasan Pasar Wisata Sedati, Sidoarjo.

Setelah digeledah, ditemukan sabu seberat 13 kg. Sementara SS seberat 37 kg telah dijual Abdul Latif dan Indri Rahmawati. Dari peredaran SS ini, Abdul Latif mendapat bayaran Rp 50 juta dari Yoyok. Selain itu, ia dijanjikan sebuah mobil bila mampu menjual sisa 13 kg SS. Lantas Abdul Latif dituntut mati dan Indri dituntut seumur hidup.
Bagaimana dengan Tri Diah Torissiah alias Susi. Apakah juga akan dituntut mati,” Susi akan kami tuntut mati juga,” tegasnya. (anm)