Suhari : Silahkan Ditempati PKL, Asal 400 Stan di Beli Pemkab

 Ekonomi Bisnis, Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

 

Teks Foto : Dirut PT Pilar Bangun Perkasa, Suhari, investor Pasar Krian Baru.

Teks Foto : Dirut PT Pilar Bangun Perkasa, Suhari, investor Pasar Krian Baru.

SIDOARJO (MediaNusantaraSatu.com)

Pernyataan Sekretaris Komisi B, Sudjalil, bahwa investor Pasar Krian Baru mengusir Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan diarea pasar. Ternyata dibenarkan oleh investor yakni Dirut PT Pilar Bangun Perkasa, Suhari.

Pengusiran itu tidak mungkin tanpa sebab. Dia mempunyai alasan cukup untuk pembelaan dirinya yang berinvestasi membangun Pasar Krian Baru sejak Tahun 2003. Alasan pertama, penampungan PKL tersebut sifatnya hanya sementara. Ketika itu para PKL menggelar lapak di jalan-jalan diobrak oleh Satpol PP dan instansi dari Pemkab Sidoarjo.

“Kala itu masih era Bupati Saiful Ilah sebelum Pilkada. Bupati Saiful Ilah dan Dinas Pasar minta bantuan saya untuk menampung PKL tersebut. Dalam perjanjian hanya 6 bulan menempati Pasar Baru Krian. Awalnya saya keberatan, karena mereka tidak menguntungkan usaha saya, malah ngrusuhi usaha saya. Karena dimintai tolong, akhirnya saya perbolehkan berjualan dihalaman pasar saya,”jelas Suhari.

Namun setelah selesai perjanjian tersebut, para PKL itu ditata dan dibina oleh Suhari. Namun para PKL sepertinya maunya sendiri. Mereka sangat sulit dibina dan ditata untuk menempati sewa atau beli stan di Pasar Baru Krian.

“Alasannya bermacam-macam. Pertama katanya terlalu mahal. Coba saja dihitung dan dibandingkan dengan stan dipasar lain. Saya suruh sewa juga tidak mau. Mereka maunya gratis. Pingin usaha kok lahannya minta gratis,”beber Suhari secara blak-blakan.

Bayangkan saja tambah Suhari, dia berbisnis membangun pasar tradisional Pasar Baru Krian itu sejak Tahun 2003. Investasinya menelan modal sekitar 10 miliar. Hingga Tahun 2016, stan nya yang belum laku masih 400 stan dari 900 stan yang dibangunnya. “Teman-teman sejawat saya, yang berbisnis membangun pasar tradisional seperti saya ini semua sudah gulung tikar. Tinggal saya saja yang masih bertahan,”terang dia.

Akhirnya dia kehadiran para PKL di area pasarnya tidak ada kontribusi dan dirasakan mengganggu bisnisnya. Dia dengan terpaksa mengusir para PKL dengan mengusung tenda-tenda dan lapak bantuan Diskoperindag Sidoarjo itu.

Pasarnya diperbolehkan ditempati oleh para PKL yang selalu minta tempat lahan berdagang gratis. Apabila, Pemkab Sidoarjo, yakni Dinas Pasar dan Bupati Sidoarjo membeli 400 stan tersebut dibiayai APBD. “Silahkan ditempati, tapi Pemkab harus membeli dulu 400 stan yang belum laku itu,”pungkas. (h darianto)