Tahun Ini, Sebanyak 16 Puskesmas Siap Beroperasi menjadi BLUD

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

 

 

Teks Foto : Anggota Komisi D, Drs. Ec. Hadi Subiyanto. (foto : h darianto)

Teks Foto : Anggota Komisi D, Drs. Ec. Hadi Subiyanto. (foto : h darianto)

*Dewan Menilai Persiapan Alih Status Masih Kurang

SIDOARJO (MediaNusantaraSatu.com)

Rencana pemerintah untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat dengan mengubah status puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sudah terealisasi. Dari 26 puskesmas yang ada di Sidoarjo, ada sekitar 16 puskesmas yang sudah di ubah statusnya.

Meskipun begitu, Kesiapan dalam alih status tersebut dinilai masih kurang, lantaran kapasitas dokter yang belum memadai. Pernyataan itu dikatakan Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Drs. Ec. Hadi Subiyanto.

Menurut politi Fraksi Golkar itu, alih status puskesmas yang ada di Sidoarjo menjadi BLUD sebagai antisipasi overload di RSUD Sidoarjo. Pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah dalam meningkatkan kinerja pelayanan terutama terhadap kesehatan masyarakat. Namun hal itu juga dilandasi kesiapan-kesiapan. Apalagi jika puskesmas sudah menjadi BLUD.

“Ini masih ada sebagian besar yang 3. Harusnya kan dimasing-masing puskesmas yang sudah menjadi BLUD ada 7 dokter. Agar nantinya bisa standby disana. Jadi tidak ada kekosongan. Dan pelayanan pun menjadi maksimal,” ungkap Hadi Senin (18/1/2016).

Dari 16 puskesmas yang sudah diresmikan menjadi BLUD diantaranya, Taman, Krian, Tulangan, Porong, Sedati, Waru, Sidoarjo dan lain-lain. Pihaknya menyadari, bahwa untuk meningkatkan pelayanan juga harus sejalan dengan perangkat dan semacamanya, sehingga pihaknya menyarankan agar pemerintah segera merekrut dokter untuk ditempatkan di Puskesmas.

“Salah satunya adalah puskesmas Tulangan. Itu masih kurang. Tapi memang perlu adanya perekrutan dokter untuk mencukupi statusnya sebagai BLUD. Paling tidak meskipun bukan PNS, PTT atau kontrak daerah harus segera dilaksanakan. Hal itu untuk melayanai rumah sakit yang overload,”tegasnya.

Tak hanya itu, peningkatan dari segi ruangan juga dibutuhkan. Seperti puskesmas Tulangan, baik untuk rawat Inap maupun untuk kantor administrasi. “Sementara ini memang sudah ada yang bagus, tapi juga tidak menutup kemungkinan puskesmas lainnya untuk dilakukan pembenahan. Terutama untuk rawat inap. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik,” pungkas dia.

Sementara, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Ika Harnasti membantah bahwa puskesmas yang sudah menjadi BLUD itu mencakup semuanya. Menurutnya, seluruh puskesmas yang ada di Sidoarjo sudah memenuhi syarat menjadi BLUD.

“Semuanya sudah resmi dan memenuhi syarat  menjadi BLUD.  Jadi mulai tahun ini BLUD sudah bisa terlaksana,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tujuan dari untuk peningkatan pelayanan dan sebagai pola pengelolaan keuangan. Saat ditanya soal kapasitas dokter yang belum memadai untuk menunjang BLUD, menurutnya, perekrutan dokter akan dilakukan secara bertahap dan nantinya pihaknya akan bekerjasama dengan BKD Kabupaten Sidoarjo.

“Jadi keuntungannya sebagai peningkatan pelayanan dan pola pengelolaan keuangan. Jadi, sekarang bisa lebih leluasa. Sedangkan mengenai perekrutan dokter, nantinya kami akan bekerjasama dengan BKD. Jadi, sambil jalan puskesmas ini sudah mulai beroperasi,” urainya. (h darianto)