Tito Apriawan Suwandi ST

 Headline, Indeks Berita, Profil
MUDA. Bangunan baru kantor DP3 (kiri) dan Puskesmas Wonoayu (kanan). Insert Tito Apriawan Suwandi ST, Direktur PT Tunggal Jayaraya. (foto : MSN.COM/daryanto)

MUDA. Bangunan baru kantor DP3 (kiri) dan Puskesmas Wonoayu (kanan). Insert Tito Apriawan Suwandi ST, Direktur PT Tunggal Jayaraya. (foto : MSN.COM/daryanto)

Generasi Baru Kontraktor Berkualitas di Sidoarjo

 

 

 

Sidoarjo (MNS.COM) – Khazanah usaha pengadaan dan jasa kontruksi di Sidoarjo makin meriah dengan tampilnya Tito Apriawan Suwandi ST yang menakhodai PT Tunggal Jayaraya dan CV Dian Cemerlang.

Meski tergolong pemain baru, namun putra dari H Suwandi, kontraktor ternama spesialis penggarap proyek gedung terbaik di Kota Delta itu sukses memenangkan beberapa proyek bernilai miliaran rupiah di tahun 2016 lalu.

Diantaranya proyek pembangunan Puskesmas Wonoayu senilai Rp 4,4 Miliar dan proyek pembangunan gedung kantor Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (DP3) senilai Rp 1,550 miliar.

Dan seluruh proyek garapan arsitek alumnus Fakultas Teknik Sipil ITS itu telah tuntas digarap sesuai tenggat waktu yang ditentukan dengan kualitas yang memuaskan.

Saat ditemui MNS.COM, Senin (02/01/2017) tadi pagi, pria tampan kelahiran tahun 1989 itu terkesan rendah hati. Ia lebih banyak tersenyum saat mendengar pujian terkait hasil pekerjaannya.

“Saya ini orangnya ceriwis dan tidak suka diam saja di kantor,” kata lelaki yang baru saja melepas masa lajangnya itu. Dia lebih suka keliling ke proyeknya membaur bersama tukang dan kuli bangunan.

Apalagi saat pekerjaan finishing yang memakan waktu cukup lama. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk saling berbagi dan memberi saran pada para pekerjanya. Dan ia juga sangat detil dalam mengkritisi hasil pekerjaan stafnya.

“Saya membaur ketika tukang istirahat. Saya nglempoh dan ikutan makan. Sambil sharing baik dengan mandor dan tukang. Misalnya tentang cara memplester dinding agar kelihatan halus dan tidak bergelombang,”ungkap Tito ditemani mandor bangunannya.

Bagi Tito, pekerjaan proyek itu adalah seni baginya. Ia akan terus belajar dan belajar menyatukan jiwa raganya dengan pekerjaan kontruksi. Untuk sementara, yang ia garap masih gedung. (dar/lud)