Warga Sedati Tolak Full Day School Saat Reses H Usman PKB

 Headline, Indeks Berita, Politik Pemerintahan

SIDOARJO – MNS.COM

Anggota DPRD Sidoarjo, H Usman, M.Kes menggelar reses Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) di Kantor MWC NU Sedati Jalan Raya Buncitan No 155 A dan buka bersama, Selasa (20/06/2017). Banyak persoalan yang ditampung dari warga, terutama masalah menolak program full day school.

 

Anggota dewan yang berasal dari Dapil VI (Sedati, Gedangan, Buduran) itu kan menyampaikan keluhan warganya menolak full day school. Karena Permendikbud No. 23/2017  tentang Hari belajar 5 hari / 8 jam / full day school tidak relevan dan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat.

 

“Warga Sedati dan reaksi masyarakat menolak adanya Permendikbud tersebut dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya, guru-gurunya masih belum siap,”jelas H Usman, Kamis (22/06/2017).

 

Pertimbangan yang lain, menurut anggota dewan dari Fraksi PKB tersebut adalah sarana dan prasarana (sarpras) sekolah SD/MI dan SMP/M.Ts yang ada belum sesuai untuk kenyamanan siswa belajar selama 8 jam di kelas. Waktu belajar siswa habis di sekolah jadi tidak ada lagi waktu bagi anak untuk belajar Diniyah / ngaji karna seharian di sekolah sehingga pulang sudah dalam kondisi capek.

 

“Itulah berbagai alasan sehingga warga Sedati menolak jam belajar 8 jam sehari disekolah. Semua asalan dan argumentasi dari peserta reses sangat masuk akal dan logis,”ungkap pria berkacamata yang mempunyai istri yang masih muda cantik yang menjabat Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo ini. (dar)

Warga Sedati mengikuti reses dan buka bersama H Usman, M.Kes PKB di kantor MWCNU Sedati Jalan Raya Buncitan No 155 A. (foto : h dar)

Warga Sedati mengikuti reses dan buka bersama H Usman, M.Kes PKB di kantor MWCNU Sedati Jalan Raya Buncitan No 155 A. (foto : h dar)

Peserta Reses H Usman PKB

Peserta Reses H Usman PKB