Kamis, 17 September 2026
;

Iran Berpotensi Mundur Dari Piala Dunia 2026 Imbas Ketegangan Politi Dengan AS

Timnas Iran saat merayakan kelolosannya ke Piala Dunia 2026

 

FIFA tampaknya telah menyiapkan skenario untuk mengganti Iran di Piala Dunia 2026 di menyusul meningkatnya ketegangan politik antara Teheran dan Amerika Serikat.

Iran menjadi negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026, yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pada undian grup Desember lalu, Iran ditempatkan di Grup G yang juga dihuni Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Awalnya, pejabat Iran sempat menyatakan akan memboikot undian setelah pemerintah AS menolak memberikan visa bagi seluruh delegasinya, termasuk presiden federasi sepak bola negara tersebut. Namun, kemudian Iran membatalkan keputusan boikotnya.

Iran memang masuk daftar larangan perjalanan penuh di era pemerintahan Donald Trump, dengan beberapa pengecualian terbatas.

Satu di antaranya adalah untuk pemain dan pelatih sehingga tim sepak bola Iran dan staf pendukungnya tetap diizinkan melakukan perjalanan ke AS untuk pertandingan grup, setidaknya hingga saat ini.

 

Skenario jika Iran Mundur

Jika Iran mundur atau tidak bisa mengikuti turnamen, peraturan FIFA menyebut bahwa tim tersebut akan diganti dengan “tim alternatif yang ditunjuk, biasanya runner-up langsung dari play-off kualifikasi terkait atau tim non-unggulan dengan peringkat tertinggi di konfederasi tersebut”.

Dalam skenario itu, ada dua opsi potensial untuk FIFA.

Uni Emirat Arab menjadi kandidat karena mereka adalah negara non-unggulan tertinggi di zona Asia yang sama dengan Iran, meski kalah di play-off dari Irak.

Pilihan lainnya adalah mengganti Iran dengan Irak di Piala Dunia, sementara Uni Emirat Arab mengambil tempat Irak di play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan pada Maret 2026.

Peraturan FIFA menegaskan: “Jika penggantian tidak memungkinkan (waktu, visa, perjalanan), slot grup diberikan kepada tim pengganti, tetapi jadwal tetap dijalankan; atau dalam kasus luar biasa, susunan grup dapat disesuaikan”.

 

Kasus Peserta Mundur

Irak tidak termasuk daftar larangan perjalanan penuh Trump, meski tercatat dalam daftar 75 negara yang proses visa imigrannya ditangguhkan oleh AS pada Rabu lalu. Namun, penangguhan tersebut tidak berlaku untuk visa perjalanan.

Sejatinya, kasus tim mundur dari Piala Dunia bukan hal baru. Terakhir kali terjadi pada 1950, ketika India dan Prancis yang lolos memutuskan mundur.

India menyebut alasan biaya perjalanan, kurangnya waktu latihan, dan masalah seleksi, sementara Prancis tidak puas dengan banyaknya perjalanan antar-pertandingan.

FIFA sempat menawarkan pengganti, tetapi waktu yang terbatas membuat turnamen tetap digelar dengan 13 tim, bukan 15 tim seperti rencana awal.

Berita Terkait

;