Kapal induk Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dan kapal serbu amfibi kelas Wasp USS Kearsarge (LHD 3) berlayar berdampingan saat Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln (ABECSG) dan Gugus Siap Amfibi Kearsarge (KSGARG) melakukan operasi gabungan di wilayah operasi Armada ke-5 AS di Laut Arab. (Dok. US Navy)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, armada militer besar-besaran sedang bergerak menuju Iran. Dia menambahkan, armada yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln tersebut siap menjalankan misi dengan cepat serta kekuatan penuh jika diperlukan. Trump juga memperingatkan, serangan AS berikutnya terhadap Iran akan jauh lebih buruk dibandingkan serangan sebelumnya.
“Sebuah armada besar sedang bergerak menuju Iran dan bergerak dengan cepat, dengan kekuatan besar, antusiasme, serta tujuan yang jelas,” kata Trump di platform media sosial Truth Social, Rabu (28/1/2026).
Dia menyebut, armada tersebut lebih besar dibandingkan pengerahan militer AS ke Venezuela sebelumnya dan dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln. “Ini adalah armada yang lebih besar, dipimpin oleh kapal induk besar Abraham Lincoln, dibandingkan armada yang dikirim ke Venezuela,” ujar Trump.
Trump menegaskan bahwa armada itu siap menjalankan misi secara cepat, termasuk dengan kekerasan apabila diperlukan. “Seperti halnya Venezuela, armada ini siap, bersedia, dan mampu melaksanakan misinya dengan cepat, dengan kecepatan dan kekerasan jika diperlukan,” kata Trump.
Trump menekan Teheran agar segera membuka jalur negosiasi dan menyepakati kesepakatan yang menghentikan ambisi kepemilikan senjata nuklir.
“Semoga Iran segera ‘datang ke meja perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara tanpa senjata nuklir, yang baik bagi semua pihak,” ujar Trump. Trump mengingatkan bahwa Iran sebelumnya telah diberi kesempatan untuk mencapai kesepakatan, tetapi kesempatan itu tidak dimanfaatkan.






