Pengurus PKB Jaksel ziarah ke Makam Kumpi Ciganjur
Menyambut datanganya bulan suci Ramadan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jakarta Selatan melakukan ziarah kubur ke makam ulama di wilayah Ciganjur yang dibiasa dikenal “Makam Kumpi Ciganjur” Jumat, (13/02/2026).
Ziarah ini dipimpin oleh Dewan Syura DPC PKB Jakarta Selatan yaitu Ustad Wawan yang diikuti oleh pengurus DPC, Banom, LKK dan PAC.
Bacaan tahlil dan tahmid dilantunkan pada sore menjelang waktu maghrib, dan tidak lupa juga mendoakan para pendiri, pengurus, kader dan simpatisan PKB semoga mendapat keberkahan baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.
Ziarah ini merupakan sebuah tradisi yang turun temurun bagi warga Nahdliyin yang mungkin hampir mendekati keharusan, bilamana menjelang datanganya bulan Ramadan selalu ziarah ke makam para ulama, keluarga, kerabat dan sanak saudara.
Ustad Wawan mengatakan, ziarah menjelang bulan Ramadan adalah sebuah tradisi yang sudah lama yang hingga hari ini masih terjaga dengan baik, semoga dengan kita berziarah mendapatkan keberkahan, apalagi yang kita ziarahi adalah orang-orang saleh.
Selesai ziarah, para pengurus PKB melakukakn shalat Maghrib berjama’ah dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Gus Dur Sering Datang ke Makam Syekh Kumpi
Jakarta seolah tidak pernah kehabisan akan informasi-informasi sejarahnya. Selama ini mungkin kita tahunya bahwa informasi sejarah Jakarta lebih banyak diperoleh dari sumber-sumber yang berasal dari penjajah. Padahal dibalik itu masih banyak harta karun yang kiranya bisa digali di negeri Islam ini.
Fakta bahwa Ciganjur banyak menyimpan informasi sejarah yang salah satunya adalah dengan adanya keberadaan makam para ulama besar yang merupakan Waliyullah.
Makam yang ditemukan ini keberadaannya sudah ratusan tahun, masyarakat sekitarnya lebih mengenal dengan nama Kumpi Ciganjur. Namun dalam beberapa versi nama beliau adalah Syekh Abdul Jalil dan versi lain juga ada yang mengatakan bahwa nama beliau adalah Syekh Abdurrahman.
Makam Kumpi Ciganjur ini adalah makam yang sering didatangi oleh KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, biasanya beliau datang tidak hanya untuk berziarah saja tapi juga untuk bertafakur.






