Kamis, 17 September 2026
;

Israel Batasi Lagi Akses Warga Palestina ke Masjid Al Aqsa Selama Ramadhan

Jemaah Palestina memadati halaman Masjid Al Aqsa saat hari raya Idul Adha di Kota Tua Yerusalem

 

Kepolisian Israel pada Senin (16/2/2026) menyatakan akan mengerahkan personel dalam jumlah besar di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan 2026 yang dimulai pekan ini.

Langkah tersebut menuai kritik dari otoritas Palestina yang menuding Israel kembali memberlakukan pembatasan di kawasan suci tersebut. Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam.

Setiap Ramadhan, ratusan ribu warga Palestina biasanya memadati area tersebut untuk melaksanakan ibadah. Yerusalem Timur sendiri direbut Israel pada 1967 dan kemudian dianeksasi, sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Israel kerahkan pasukan siang malam

Perwira senior Kepolisian Yerusalem, Arad Braverman, mengatakan pasukan akan dikerahkan “siang dan malam” di kompleks yang oleh umat Yahudi dikenal sebagai Temple Mount, termasuk di area sekitarnya.

Ia menambahkan, ribuan polisi juga akan disiagakan setiap Sholat Jumat, yang biasanya menarik jumlah jemaah terbesar selama Ramadhan. Sebagaimana dilansir AFP, menurut Braverman, kepolisian merekomendasikan penerbitan 10.000 izin bagi warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki untuk memasuki Yerusalem.

Warga Tepi Barat memang belakangan memerlukan izin khusus untuk masuk ke kota tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan apakah akan ada batasan usia bagi pemegang izin. Keputusan final mengenai jumlah dan kriteria izin, kata dia, akan ditentukan pemerintah Israel.

Otoritas Palestina sebut ada pembatasan

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Yerusalem versi Palestina menyatakan telah menerima informasi bahwa izin masuk kemungkinan kembali dibatasi hanya bagi pria berusia di atas 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun, sebagaimana kebijakan tahun lalu.

Otoritas Palestina juga menuduh Israel menghalangi Islamic Waqf untuk melakukan persiapan rutin Ramadhan. Persiapan tersebut meliputi pemasangan peneduh dan pendirian klinik medis sementara. Islamic Waqf adalah lembaga yang dikelola Yordania dan bertanggung jawab atas administrasi kompleks Al-Aqsa.

Sumber dari Waqf mengonfirmasi kepada AFP terkait adanya pembatasan tersebut dan menyebutkan bahwa 33 pegawainya dilarang memasuki kompleks dalam sepekan menjelang Ramadhan.

Kompleks Al-Aqsa merupakan simbol sentral identitas Palestina dan kerap menjadi titik ketegangan antara Palestina dan Israel.

Berdasarkan pengaturan lama yang dikenal sebagai “status quo”, umat Yahudi diperbolehkan mengunjungi kompleks itu namun tidak diperkenankan berdoa di sana.

Israel menyatakan tetap berkomitmen mempertahankan pengaturan tersebut, meski pihak Palestina khawatir aturan itu semakin tergerus. Braverman kembali menegaskan pada Senin bahwa tidak ada perubahan kebijakan yang direncanakan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kelompok Yahudi ultranasionalis menentang larangan berdoa di lokasi tersebut. Politikus sayap kanan Itamar Ben-Gvir misalnya, sempat berdoa di area itu saat menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional pada 2024 dan 2025.

Berita Terkait

;