Kamis, 17 September 2026
;

PKB DKI Gelar UKK Untuk Siapkan Pemimpin Masa Depan Jakarta

Para peserta calon ketua DPC PKB se-DKI Jakarta yang sedang ikut UKK

 

PKB DKI Jakarta gelar ujian kelayakan dan kepatutan (UKK) untuk Calon Ketua DPC PKB se-DKI Jakarta untuk masa bakti 2026-2031 di kantor PKB DKI Jakarta, 23/04/2026.

Sebanyak 20 kader disaring secara ketat dan profesional untuk memimpin DPC diseluruh wilayah DKI Jakarta yang dimana nama-nama yang terpilih melalui Musyawarah Cabang (MUSCAB) yang digelar 18-19 April lalu.

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jakarta resmi menaikkan standar rekrutmen kepemimpinan. 

Sekretaris Wilayah DPW PKB Jakarta, Mohammad Fauzi, menegaskan bahwa UKK kali ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari desain besar membangun kepemimpinan partai yang adaptif, terukur, dan siap menang.

“Ini model rekrutmen baru. Kita ingin memastikan pemimpin PKB ke depan benar-benar punya kapasitas, integritas, dan daya gerak. Ini fondasi menuju ‘PKB Masa Depan Jakarta’,” ujarnya.

Yang membedakan, proses asesmen tidak dilakukan secara internal semata. DPW menggandeng tim independen dari Rumah Besar Konseling Islam (RBKI) dengan pendekatan psikotes berstandar TNI level perwira. Artinya, para kandidat diuji bukan hanya dari sisi politik, tapi juga ketahanan mental, kepemimpinan, hingga kemampuan pengambilan keputusan dalam tekanan.

“Penilaiannya objektif. Yang menentukan lulus atau tidak adalah peserta sendiri. Walaupun suasananya santai, standar yang kita pakai sangat tinggi,” tegas Fauzi.

UKK ini menjadi gerbang utama sebelum DPW menetapkan Ketua DPC definitif. Hasil asesmen nantinya akan diserahkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB sebagai bahan evaluasi menyeluruh mulai dari kekuatan, kelemahan, hingga potensi masing-masing kandidat.

Menurut Fauzi, ketatnya seleksi ini bukan tanpa alasan. Posisi Ketua DPC di Jakarta dinilai strategis, setara dengan level kepala daerah dalam konteks tanggung jawab politik dan pembangunan wilayah.

“Kita tidak bisa bicara kemenangan kalau pemimpinnya tidak punya kapasitas. Ketua DPC itu motor penggerak. Harus terukur, tidak bisa coba-coba,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa UKK adalah bagian dari standarisasi kepemimpinan berjenjang di tubuh PKB mulai dari DPW, DPC, hingga ranting agar selaras dengan arah kebijakan DPP. Targetnya jelas: membangun partai yang progresif, inovatif, dan tidak stagnan.

Dengan pola rekrutmen baru ini, PKB Jakarta optimistis dapat memperkuat basis kepemimpinan sekaligus meningkatkan daya saing politik ke depan. Fauzi bahkan menyebut, jika kepemimpinan solid dan diterima publik, peluang PKB untuk memimpin Jakarta bukan hal mustahil.

“Kalau pemimpinnya kuat dan dekat dengan masyarakat, PKB bisa menang. Dan kalau PKB memimpin Jakarta, kita yakin perubahan besar bisa terjadi dari kemacetan, banjir, sampai polusi udara, tutupnya.

Berita Terkait

;