Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia usai viral pernyataannya yang mengusulkan agar gerbong wanita KRL Commuter Line dipindahkan. Hal itu disampaikan Arifah melalui akun Instagram Kementerian PPPA.
Mengawali pernyataannya, Arifah menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kereta yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Ia menyatakan hati dan doa bersama seluruh korban beserta keluarga yang ditinggalkan.
“Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” kata Arifah.
Ia mengatakan, tidak ada maksud darinya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar gerbong wanita tidak lagi ditempatkan di ujung rangkaian, melainkan di bagian tengah. Usulan tersebut disampaikan Arifatul usai menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Ia menilai penempatan gerbong wanita perlu ditinjau ulang demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang perempuan.






