Lalu lintas kapal di Selat Hormuz
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan tindakan Amerika Sarika (AS) dan negara-negara sekutu telah membahayakan keamanan di Selat Hormuz. Dia menuding AS mengganggu pelayaran dan transit kapal-kapal di Selat Hormuz dengan melanggar gencatan senjata dan memberlakukan blokade.
“Persamaan baru di Selat Hormuz sedang dalam proses konsolidasi,” kata Ghalibaf, dalam posting-an di media sosial X, Selasa (5/5/2026).
Dia menegaskan, tindakan AS yang menyerang dan memblokade kapal-kapal Iran di jalur perairan penting bagi dunia itu tidak bisa dibiarkan.
Kemudian pada Senin (4/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan inisiatif “Proyek Kebebasan”, mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz untuk melintasinya dengan aman.
Namun Iran membantah ada kapal yang bisa melintasi Selat Hormuz di luar izinnya.






