Kamis, 17 September 2026
;

Ronaldo Bawa Al Nassr Juara Liga Arab

Cristiano Ronaldo menerima piala juara dari Menteri Olahraga Pangeran Abdulaziz bin Turki Al-Faisal

 

Cristiano Ronaldo akhirnya membawa Al Nassr menuju puncak yang selama ini mereka dambakan juara Saudi Pro League.Namun, keberhasilan itu tidak hadir tanpa bayang-bayang kontroversi yang terus membuntuti perjalanan klub maupun proyek besar sepak bola Arab Saudi secara keseluruhan.

Tantangan Menuju Gelar Juara

Jalan menuju gelar juara tidaklah mudah. ​​Musim ini menyaksikan persaingan sengit antara para pesaing papan atas, dan posisi terdepan berpindah tangan lebih dari sekali, sebelum Al-Nasr memutuskan pertarungan dengan keteguhan mereka di menit-menit terakhir.

Tim tersebut dibedakan oleh keseimbangan teknis yang jelas, kekuatan serangan yang efektif, dan kemampuan untuk menangani pertandingan-pertandingan krusial, yang merupakan faktor-faktor yang membuat perbedaan dalam perlombaan yang baru ditentukan pada putaran terakhir.

Dengan memenangkan Liga Saudi untuk musim 2025-2026, Al-Nassr menambah gelar liga pertamanya bersama Al-Don, terus memperkuat status globalnya.

Kejuaraan ini merupakan tonggak sejarah baru bagi klub, bukan hanya karena menambah trofi baru, tetapi juga karena diraih setelah musim yang panjang penuh tantangan, tekanan, dan persaingan terbuka hingga saat-saat terakhir.

 

Pengamat International Berkomentar

Pengamat olahraga internasional Simon Chadwick menilai keberhasilan Ronaldo bersama Al-Nassr bisa menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali daya tarik sepak bola Saudi.

“Kesuksesan Ronaldo dan Al-Nassr dapat memberikan dorongan besar yang memang sangat dibutuhkan sepak bola Arab Saudi, yang belakangan mulai kesulitan mempertahankan hype seperti tiga tahun lalu,” katanya.Meski demikian, Saudi Pro League tetap aktif di bursa transfer.

Al-Qadsiah menggelontorkan dana sekitar 57 juta poundsterling demi mendatangkan striker Italia Mateo Retegui musim panas lalu. Sementara Al-Hilal merekrut Darwin Nunez dengan nilai transfer mencapai 46 juta poundsterling.

Bedanya, kini klub-klub Saudi lebih fokus merekrut pemain muda yang masih memiliki nilai jual tinggi di masa depan dibanding hanya memburu nama besar veteran.

Namun, sumber di Riyadh menyebut pintu untuk superstar kelas dunia tetap terbuka. Nama Mohamed Salah masih menjadi target utama Al-Ittihad, terutama setelah sang pemain dipastikan meninggalkan Liverpool pada musim panas ini tentu dengan syarat harga yang dianggap masuk akal.

Keberhasilan Ronaldo bersama Al Nassr bisa dianggap sebagai pembenaran atas investasi besar-besaran Arab Saudi dalam sepak bola.

Namun di sisi lain, momen ini juga berpotensi menjadi “perpisahan terakhir” dari era ketika klub-klub Saudi mampu menghabiskan lebih dari 700 juta poundsterling hanya dalam satu jendela transfer. Kini, masa depan proyek ambisius tersebut masih menjadi tanda tanya.

”Sekarang tergantung pada semua klub, liga, dan para pengambil keputusan di negara itu untuk memanfaatkan kesuksesan yang telah dibantu Ronaldo hadirkan,” tutup Chadwick.

Untuk saat ini, satu hal yang pasti: separuh kota Riyadh yang berwarna kuning dan jutaan penggemar Ronaldo di seluruh dunia masih punya alasan besar untuk merayakan sejarah.

Berita Terkait

;