Rapat persiapan UKK se-DKI Jakarta di kantor DPC PKB Jakarta Selatan
Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) DKI Jakarta resmi menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-DKI Jakarta. UKK ini berlangsung selama dua hari (21-22 Ağustus 2026) di kantor DPW PKB DKI Jakarta.
Ketua Tim Pendamping Pembentukan Kepengurusan (TPPK) DPC PKB Jakarta Selatan Ismail Nirwana menjelaskan bahwa UKK sejalan dengan gagasan dan arah perjuangan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menempatkan penguatan struktur sebagai fondasi utama bangunan politik PKB.
Bahwasannya kedepan untuk meraih kemenangan PKB khususnya di Jakarta Selatan sendiri tidak boleh bertumpu pada figur semata, melainkan pada struktur yang kuat, solid dan satu komando oleh pemimpin yang kompeten dan mempunyai integritas tinggi.
Saya yakin dan optimis nama-nama yang kita (DPC) ajukan ke DPW dan yang sudah mengikuti UKK selama dua hari ini, Insya Allah semua berkompeten dan berkomitmen mau bersama-sama berjuang dan membesarkan PKB di wilayahnya masing-masing.
Senada dengin Sekretaris TPPK Jakarta Selatan Ilhamsyah, seluruh rangkaian UKK dirancang untuk menyiapkan pemimpin DPAC PKB yang visioner dan siap memperkuat konsolidasi partai di tingkat Kecamatan.
PKB tumbuh karena kerja bersama, maka para pemimpinnya pun harus kuat, matang, dan mampu membawa energi positif bagi kemajuan partai. UKK ini adalah gerbang awal untuk menyeleksi kader terbaik,” ujarnya.
PKB Jakarta Cari Calon Pemimpin Berkualitas dan Berintegritas
Sekretaris DPW PKB DKI Jakarta H. Mohammad Fauzi mengatakan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) ini dilakukan bukan untuk sekadar mencari orang atau untuk mengisi struktur partai. PKB ingin memastikan calon pemimpin yang dipilih memiliki kualitas, integritas, serta kapasitas untuk bekerja dan membawa organisasi menghadapi agenda politik ke depan.
Proses seleksi ini tidak semata-mata didasarkan pada besarnya jumlah pendukung, ukuran kepemimpinan harus lebih jauh dari sekadar popularitas atau kekuatan suara. “Mencari pemimpin tidak tergantung pada jumlah suara pendukung, tapi pada kualitas, integritas, serta kapasitas, dan soap memikul tanggung jawab,” ujarnya.






