Suasana tabulasi usulan AHWA pada Muktamar ke-35
Pengasuh Pondok Pesantren Ploso Mojo Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, resmi mengantongi suara terbanyak sebagai calon anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) dalam ajang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Hasil rekapitulasi tabulasi suara calon AHWA Muktamar ke-35 NU tersebut dibacakan langsung oleh pimpinan sidang Pleno IV, Prof Mohammad Nuh, di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (30/8/2026) malam.
Pembacaan tabulasi ini merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam menentukan arah kepemimpinan tertinggi PBNU ke depan. Dalam proses penghitungan yang dilakukan melalui enam bilik atau panel tabulasi, tercatat total 4.703 suara sah yang masuk untuk 34 nama calon ulama yang diusulkan oleh para muktamirin.
Dari hasil penghitungan tersebut, KH Nurul Huda Djazuli raih suara terbanyak dengan torehan 485 suara atau sekitar 10,31 persen, menjadikannya berada di posisi puncak dari sembilan ulama yang ditetapkan sebagai anggota formatur AHWA.
Rincian 9 Ulama Peraih Suara Terbanyak Calon AHWA Berdasarkan dokumen resmi rekapitulasi pada Muktamar ke-35 NU, berikut adalah rincian perolehan suara 9 ulama yang resmi ditetapkan sebagai anggota AHWA:
- KH. Nurul Huda Djazuli (Ponpes Ploso Mojo, Kediri): 485 suara (10,31%)
- KH. Nuruzzahri Yahya / Waled NU (Aceh): 477 suara (10,14%)
- AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA (Sulawesi Selatan): 392 suara (8,34%)
- KH. Miftachul Akhyar (Surabaya): 350 suara (7,44%)
- KH. Afifuddin Muhajir (Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo): 339 suara (7,21%)
- KH. Anwar Iskandar (Ponpes Al-Amien Ngasinan, Kota Kediri): 326 suara (6,93%)
- KH. Anwar Manshur (Ponpes Lirboyo, Kediri): 303 suara (6,44%)
- Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj: 273 suara (5,80%)
- Dr. KH. Abun Bunyamin, MA (Ponpes Al-Muhajirin, Purwakarta): 268 suara (5,70%)
Kesembilan ulama tersebut nantinya akan bertugas sebagai formatur AHWA yang memiliki kewenangan penuh dan peran sentral dalam proses pemilihan Rais Aam PBNU. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, formatur AHWA inilah yang akan menentukan posisi puncak di jajaran syuriyah PBNU.






