Bekas serangan rudal Iran ciptakan kawah di Yerusalem
Ledakan keras terdengar di Yerusalem, Israel, pada pagi ini waktu setempat usai rudal Iran terdeteksi meluncur ke Israel. Salah satu gedung rusak hingga menyebabkan 1 orang terluka ringan.
Dilansir AFP, Selasa (24/3/2026), militer Israel langsung mengirim tim pencarian dan penyelamatan usai ledakan keras terdengar di Yerusalem. Tim tersebut pun tengah melakukan pencarian dan penyelamatan di sebuah gedung yang rusak setelah dua kali dihantam rudal Iran.
Untuk diketahui, militer Israel sempat mengumumkan peluncuran rudal Iran beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington telah mengadakan pembicaraan dengan seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya. Namun memang klaim Trump itu sudah dibantah oleh Pemerintah Teheran.
Beberapa menit setelah peringatan rudal kedua, wartawan AFP di Yerusalem mendengar ledakan keras, tetapi militer mengatakan orang-orang sekarang telah diizinkan untuk meninggalkan tempat perlindungan mereka dan petugas medis melaporkan tidak ada korban jiwa.
Setelah peluncuran pertama, militer mengatakan telah mengirim “pasukan pencarian dan penyelamatan untuk beroperasi di lokasi di Israel utara di mana laporan tentang dampak telah diterima.”
Layanan darurat Magen David Adom merilis video sebuah gedung yang rusak, dengan area yang hancur di lantai atas dan puing-puing berserakan di tanah.
Petugas medis mengatakan mereka memberikan perawatan kepada seorang pria berusia 30-an yang menderita luka ringan setelah menginjak pecahan peluru, tetapi tidak ada laporan korban jiwa lainnya.
Ketegangan Memuncak di Tengah Isu Diplomasi
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Donal Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah membuka komunikasi dengan pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya.
Namun, pemerintah Iran langsung membantah adanya komunikasi tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump. Ia menyebut Amerika Serikat melihat peluang tercapainya kesepakatan, tetapi Israel tetap melanjutkan operasi militernya.
“Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa IDF dan militer AS dalam sebuah kesepakatan. Pada saat yang sama, kami terus menyerang baik di Iran maupun di Lebanon,” kata Netanyahu






