Kamis, 17 September 2026
;

Istana Sampaikan Permohonan Maaf Soal Banjir Jakarta

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

 

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan terkait banjir yang berdampak luas kepada warga Jakarta. Curah hujan tinggi dinilai menyebabkan banjir yang merendam sejumlah jalanan Ibu Kota.

“Yang pertama sebelum saya menjawab tentunya kami menyampaikan rasa perhatian bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas di jalan-jalan di Ibu Kota,” kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Istana menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak banjir di Jakarta. Operasi modifikasi cuaca atau OMC akan ditambah untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jabodetabek.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak dan kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Pemerintah Provinsi DKI, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG, untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan yang memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari,” ujarnya.

Pemerintah menilai banjir di Jakarta bukan hanya disebabkan oleh faktor curah hujan. Namun, faktor tata ruang hingga aliran sungai juga menjadi faktor lain penyebab banjir.

“Ini faktor cuaca tingginya curah hujan di bulan basah akhir Januari ini memang cukup tinggi tapi kita tentu menyadari bahwa ini tidak sekadar faktor cuaca. Ini bagaimana perubahan tata ruang juga di situ berpengaruh, bagaimana pendangkalan-pendangkalan aliran daerah-daerah aliran sungai itu juga berpengaruh,” imbuhnya.

Berita Terkait

;