Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia merupakan buah dari keberanian pemerintah dalam mengambil sikap yang tidak lazim demi membantu warga kurang mampu. Presiden mengaku terharu hingga meneteskan air mata melihat perubahan nyata yang dialami para siswa dari keluarga tertinggal setelah mengecap pendidikan di sekolah berasrama tersebut.
Kini, program rintisan tersebut telah menjangkau 34 provinsi dengan 166 lokasi yang sudah beroperasi. Sebanyak 15.945 siswa tercatat telah mengikuti pendidikan selama satu semester.
Pemerintah menargetkan proyek ini terus berkembang hingga mencapai 500 sekolah pada tahun 2029, dengan kapasitas masing-masing seribu siswa per sekolah. “Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan. Mudah-mudahan kamera tidak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga,” ungkap Prabowo.
Program strategis ini terselenggara berkat kolaborasi lintas sektoral antara Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan dari Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Pos Indonesia.






