Kamis, 17 September 2026
;

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun, Purbaya Beri Penjelasan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa

 

Utang Pemerintah kembali meningkat pada paruh pertama 2026. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total utang pemerintah tercatat mencapai Rp 10.293,69 triliun hingga 30 Juni 2026.

Angka tersebut naik sekitar Rp 373,27 triliun dibandingkan posisi utang pada akhir Maret 2026 yang sebesar Rp 9.920,42 triliun.

Dari total utang tersebut, sebagian besar berasal dari Surat Berharga Negara (SBN), yakni Rp 8.966,79 triliun. Sementara itu, utang dalam bentuk pinjaman tercatat Rp 1.326,90 triliun.

 
 
Purbaya Buka Suara Soal Total Utang Pemerintah
 
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara terkait total utang pemerintah yang tercatat lebih dari Rp 10.000 triliun per Juni 2026. Angka tersebut diperkirakan setara dengan 41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
 
Purbaya mengatakan masih akan melihat perkembangan utang pemerintah hingga akhir 2026. Menurutnya, rasio utang tersebut masih berpeluang turun, mengingat posisi utang pemerintah saat ini masih berada di bawah batas 60%.

“Belum kan berakhir tahunnya. Nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa, harusnya akan bisa turun lagi sedikit,” ungkap Purbaya kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Purbaya mengatakan, jumlah utang pemerintah harus dilihat secara berkelanjutan dan besaran pertumbuhan ekonomi. Ia mengaku akan memperketat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap berada di bawah batas minimal 3%.

Berita Terkait

;